KOLAKA, INSERTRAKYAT.com – Upaya pembenahan dan peningkatan kualitas pendidikan di SMA Negeri 1 Toari terus menunjukkan perkembangan positif. (18/6). Di bawah kepemimpinan Kepala SMA Negeri 1 Toari, Yusrah, S.Pd., sekolah tersebut kini diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan program revitalisasi dari pemerintah pada tahun 2027.
Yusrah mengatakan, amanah sebagai kepala sekolah merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi. Selain menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN), dirinya juga dihadapkan pada tantangan untuk membenahi kondisi sekolah yang selama ini masih membutuhkan perhatian, khususnya pada aspek sarana dan prasarana.
“Menjadi pemimpin di SMA Negeri 1 Toari merupakan amanah sekaligus tantangan bagi saya. Kondisi sekolah saat ini masih memerlukan banyak pembenahan agar menjadi sekolah yang lebih layak dan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada peserta didik,” ujar Yusrah.
Dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan sejak menjabat sebagai kepala sekolah, Yusrah telah melakukan berbagai langkah strategis untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman, dan kondusif bagi kegiatan belajar mengajar.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun komunikasi dan menjalin silaturahmi dengan berbagai pihak, mulai dari unsur Muspika Kecamatan Toari, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda. Menurutnya, dukungan seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam mendorong kemajuan pendidikan.

Selain itu, pihak sekolah juga menjalin kerja sama dengan Kepolisian Sektor Watubangga dalam memberikan sosialisasi kepada siswa terkait pencegahan tindak kriminal dan bahaya penyalahgunaan narkoba. Kegiatan tersebut bertujuan membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan terhindar dari berbagai pengaruh negatif.
Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman dan asri, pihak sekolah secara rutin melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan serta melakukan pengecatan sejumlah bangunan sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan warga sekolah sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.
Tidak hanya fokus pada pembinaan lingkungan dan karakter siswa, Yusrah juga melakukan berbagai pembenahan administrasi dan sarana pendidikan. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah memperbaiki administrasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai dasar dalam pengelolaan dan pengusulan berbagai program bantuan pemerintah.
Untuk mengetahui kondisi riil sarana dan prasarana sekolah, pihak sekolah juga mendatangkan Tim Teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kolaka guna melakukan verifikasi serta peninjauan langsung terhadap tingkat kerusakan fasilitas yang ada.
“Hasil verifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen dan usulan perbaikan sarana prasarana sekolah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yusrah mengungkapkan bahwa pihaknya terus membangun komunikasi yang intensif dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara terkait program revitalisasi sekolah. Berbagai dokumen pendukung telah dipersiapkan secara lengkap dan tertata dengan baik untuk memenuhi persyaratan pengusulan bantuan.
“Alhamdulillah, SMA Negeri 1 Toari diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan revitalisasi pada tahun 2027. Kami telah menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan sesuai kondisi dan kebutuhan sekolah. Mudah-mudahan usaha yang kami lakukan dapat membuahkan hasil demi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah ini,” ungkapnya.
Menurutnya, program revitalisasi tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sehingga mampu menunjang proses belajar mengajar yang lebih efektif dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Yusrah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah memberikan perhatian dan dukungan terhadap upaya pembenahan yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Toari.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja keras dalam membangun generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di era global,” kuncinya.
Baca Juga : Ironi Pendidikan di Sultra : 232 Siswa SMA Negeri 1 Toari Belajar di Gedung Nyaris Ambruk
(Ibhar).














