DUMAI, INSERTRAKYAT.com TNI Angkatan Laut (TNI AL) menyita 48,54 kilogram narkotika jenis sabu yang diduga berasal dari jaringan Malaysia dalam operasi di perairan Kuala Parit Paman, Kelurahan Tanjung Palas, Dumai Timur. Meski barang bukti berhasil diamankan, pelaku lolos setelah melarikan diri saat pengejaran berlangsung.

Operasi tersebut dilakukan Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai berdasarkan informasi intelijen mengenai rencana penyelundupan narkotika melalui jalur laut. Saat didekati petugas, speed boat yang digunakan pelaku bermanuver hingga menabrak kapal patroli TNI AL sebelum melarikan diri.

Dalam operasi itu, Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris mengerahkan tim laut menggunakan Patkamla RBB, Sea Rider 85, dan speed boat patroli TNI AL. Tim darat juga disiagakan di kawasan Pantai Mundam sebagai titik yang diduga menjadi lokasi pendaratan pelaku.

“Tim berhasil menemukan dua tas ransel hitam yang dibuang pelaku ke laut. Dari hasil pemeriksaan, tas tersebut berisi 44 bungkus sabu,” ujar Kolonel Laut (P) Abdul Haris, Komandan Lanal Dumai.

Hasil uji laboratorium Bea Cukai Dumai menunjukkan barang bukti tersebut mengandung methamphetamine murni. Selain itu, petugas menemukan sebuah speed boat bermesin tiga dalam keadaan kosong di Sungai Kadur yang diduga digunakan para pelaku.

Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi menyatakan penyitaan sabu tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp72,81 miliar. Barang bukti itu diperkirakan dapat mencegah penyalahgunaan narkotika terhadap sekitar 242.700 jiwa.

Hingga kini, identitas para pelaku masih dalam penyelidikan. Tim F1QR bersama unsur terkait masih melakukan pengejaran untuk mengungkap jaringan penyelundupan narkotika lintas negara tersebut.

TNI AL menyatakan akan terus meningkatkan patroli dan kerja sama dengan berbagai instansi guna menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia dari penyelundupan narkotika dan tindak kejahatan lintas negara.

Ikuti berita terbaru. Dapatkan juga pembaruan informasi melalui media sosial InsertRakyat.com. Untuk whatsapp channel

Penulis : Sri Ningsih

Editor   :  Tim Redaksi