SIDRAP, INSERTRAKYAT.com  — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mengembangkan sektor pertanian, peternakan, budaya masyarakat Bugis, dan energi terbarukan sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Kabupaten Sidenreng Rappang dipimpin Bupati H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., Ph.D. (Hon) bersama Wakil Bupati Nurkanaah, S.H., M.Si. Pemerintah daerah menjalankan program pembangunan dengan memanfaatkan potensi daerah.

“Pengembangan daerah harus berjalan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki masyarakat, baik sektor pertanian, peternakan, maupun bidang lain yang mendukung pertumbuhan daerah,” demikian ditegaskan H. Syaharuddin Alrif. Ia  dihubungi oleh InsertRakyat.com, Ahad (2/8/2026).

Sidrap merupakan wilayah dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang banyak bergerak pada sektor pertanian. Kegiatan pertanian menjadi bagian dari kehidupan masyarakat melalui pengelolaan lahan, penanaman, hingga panen.

Komoditas utama pertanian Sidrap adalah padi. Selain itu, masyarakat juga mengembangkan jagung dan tanaman hortikultura. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidenreng Rappang mencatat sektor pertanian menjadi salah satu bidang kegiatan ekonomi masyarakat.

Sektor peternakan juga berkembang di sejumlah wilayah Sidrap. Masyarakat memelihara sapi potong, kerbau, kambing, ayam ras, ayam kampung, dan itik.

Pertanian dan peternakan berjalan berdampingan dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Hasil pertanian dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pakan ternak, sedangkan hasil peternakan mendukung kegiatan usaha warga.

Berdasarkan data BPS Kabupaten Sidenreng Rappang, luas wilayah Sidrap mencapai 1.883,25 kilometer persegi. Wilayah tersebut terbagi menjadi 11 kecamatan, 38 desa, dan 68 kelurahan.

Sidrap juga memiliki sektor energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap di Kecamatan Watang Pulu.

PLTB Sidrap memiliki 30 turbin angin dengan kapasitas sekitar 75 Megawatt (MW). Pembangkit tersebut menjadi bagian dari pengembangan energi angin di Indonesia.

Selain sektor ekonomi, masyarakat Sidrap mempertahankan budaya Bugis melalui tradisi, hubungan sosial, dan nilai kekeluargaan yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat.

Perkembangan sektor pangan, peternakan, budaya, dan energi menjadi bagian dari arah pembangunan Kabupaten Sidenreng Rappang.

Data Lahan Pertanian Sidrap

Jenis LahanLuas
Sawah38.989,58 hektare
Kebun Campur22.403,32 hektare
Perkebunan Rakyat9.323,65 hektare
Total Lahan Kebun31.726,97 hektare

Sidrap memiliki luas sawah 38.989,58 hektare yang digunakan untuk kegiatan produksi tanaman padi.

Selain sawah, terdapat lahan kebun seluas 31.726,97 hektare yang terdiri atas kebun campur 22.403,32 hektare dan perkebunan rakyat 9.323,65 hektare.

Pada sektor tanaman pangan, luas panen padi Kabupaten Sidrap tercatat 86.549 hektare dengan produksi 447.856 ton gabah. Produksi tersebut menghasilkan sekitar 256.996 ton beras. Angka ini masih bersifat sementara.

Data tersebut menunjukkan peran Kabupaten Sidenreng Rappang dalam produksi pangan di Provinsi Sulawesi Selatan. (A/S).