BULUKUMBA, INSERTRAKYAT.com Kerusakan sejumlah tanggul penahan ombak di wilayah pesisir Kelurahan Tanuntung, Kecamatan Herlang, mendapat perhatian serius dari pemerintah. Menyikapi laporan masyarakat terkait runtuhnya beberapa bagian tanggul yang berfungsi melindungi kawasan permukiman dari dampak abrasi, Pemerintah Kelurahan Tanuntung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba lalu melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Kamis (18/06/2026).

Persisnya ini adalah upaya pemerintah dalam memastikan kondisi aktual di lapangan sekaligus mengidentifikasi tingkat kerusakan yang terjadi pada setiap titik terdampak sebelum akhirnya melakukan pembangunan tanggul [nantinya]. Atau selain sebagai bentuk respons atas laporan warga, peninjauan ini juga menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi penanganan yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah.

Upaya percepatan penanganan terhadap kerusakan infrastruktur yang berpotensi menimbulkan risiko kebencanaan sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang menegaskan tanggung jawab pemerintah dalam melaksanakan langkah pencegahan, mitigasi, dan perlindungan terhadap masyarakat. Sementara itu, aspek perlindungan wilayah pesisir dan pengendalian dampak abrasi turut diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014.

Peninjauan lapangan dipusatkan di sejumlah lokasi yang dilaporkan mengalami kerusakan cukup signifikan, di antaranya Lingkungan Alorang dan Lingkungan Banyoro. Pada lokasi tersebut, tim melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi fisik tanggul, mencatat tingkat kerusakan, serta menghimpun informasi dari masyarakat setempat mengenai perkembangan kondisi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Lurah Tanuntung, Andi Purbaya yang dikenal dengan sapaan Karaeng Ogeng, mengatakan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi bertujuan memastikan seluruh informasi yang diterima dapat diverifikasi secara langsung sehingga langkah penanganan yang direncanakan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Kami bersama BPBD bergerak cepat turun langsung untuk melihat kondisi tanggul yang runtuh, khususnya di Lingkungan Alorang dan Lingkungan Banyoro. Ini penting agar penanganan yang dilakukan tepat sasaran dan sesuai dengan tingkat kerusakan,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, ditemukan beberapa bagian tanggul mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda. Sebagian struktur mengalami pergeseran, sementara beberapa titik lainnya menunjukkan kerusakan yang lebih berat akibat tekanan gelombang laut yang berlangsung secara terus-menerus dalam kurun waktu tertentu.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bulukumba, Andi Hasbullah, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan awal sebagai bahan kajian teknis. Menurutnya, hasil identifikasi lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk kebutuhan penanganan darurat maupun perencanaan rehabilitasi infrastruktur yang terdampak.

Selain melakukan pendataan, BPBD juga mengingatkan masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi abrasi yang dapat berkembang apabila kondisi cuaca memburuk. Warga yang bermukim di kawasan pesisir, khususnya di Lingkungan Pattinoang dan wilayah yang memiliki karakteristik serupa, diminta aktif melaporkan setiap perkembangan yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami mengimbau warga agar tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi kerusakan lanjutan,” tegas Andi Hasbullah.

Hasil peninjauan lapangan akan segera dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan. Laporan tersebut mencakup kondisi kerusakan, tingkat kerawanan lokasi, serta kebutuhan penanganan yang dinilai mendesak untuk meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan.

Pemerintah berharap koordinasi antara pemerintah daerah, instansi teknis, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dapat terus berjalan secara efektif guna mendukung upaya perlindungan kawasan pesisir. Upaya ini bertujuan untuk menjaga fungsi infrastruktur pengaman pantai sekaligus mengurangi potensi dampak yang dapat memengaruhi aktivitas dan keselamatan masyarakat di wilayah pesisir Kelurahan Tanuntung. (*).

Buku-buku karya Muhammad Subhan juga dapat dipesan melalui LINI BUKU Padang. Untuk informasi dan pemesanan, silakan menghubungi admin LINI BUKU di nomor kontak: 0813-6303-840 .

Terima kasih kepada para pembaca yang telah memiliki dan mendukung hadirnya buku-buku ini.