JAKARTA, InsertRakyat.com – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon membahas peluang kerja sama diplomasi budaya dan pengembangan industri perfilman dalam pertemuan dengan CEO Global Al Assembly Feliana Citradewi dan President of the Conference of European Imams Hassen Chalgoumi.
Pertemuan tersebut berlangsung di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Ketiga pihak membahas peluang memperkuat promosi budaya Indonesia di tingkat global.
Pembahasan juga mencakup upaya memperkenalkan Indonesia sebagai negara dengan keberagaman budaya dan toleransi antaragama.
Fadli Zon menyampaikan Indonesia memiliki kekayaan budaya yang besar.
Kekayaan tersebut antara lain terlihat dari ratusan bahasa daerah yang menjadi bagian dari identitas bangsa.
Indonesia juga menetapkan hari besar sejumlah agama sebagai hari libur nasional.
Menurut Fadli Zon, keberagaman tersebut menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang inklusif dan harmonis.
Selain diplomasi budaya, pertemuan tersebut membahas peluang investasi dan pengembangan industri perfilman Indonesia.
Fadli Zon menjelaskan pemerintah telah menjalankan skema matching fund untuk mendukung ekosistem perfilman nasional.
Pemerintah juga menyiapkan pengembangan skema co-production fund sebagai insentif produksi film bersama mitra internasional.
“Industri perfilman Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang positif. Namun demikian, Indonesia masih memerlukan peningkatan jumlah layar bioskop untuk mendukung pertumbuhan industri film nasional agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat,” jelas Fadli Zon.
Pertemuan juga membahas sejumlah rencana kerja sama.
Di antaranya penyelenggaraan acara penghargaan perdamaian di Eropa yang memadukan promosi budaya Indonesia.
Selain itu, muncul gagasan penyelenggaraan Concert de la Paix atau Konser Perdamaian di Jakarta.
Para pihak juga membuka komunikasi lanjutan antara produser film internasional dan Direktorat Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan.
Komunikasi tersebut diarahkan untuk menjajaki peluang produksi bersama dan pemanfaatan skema matching fund.
Feliana Citradewi menyampaikan apresiasi atas pertemuan tersebut.
“Kami memiliki pengalaman untuk mempromosikan diversitas dan multikultur Indonesia ke dunia,” ungkapnya.
Pertemuan turut dihadiri CEO Ascending Global Group Arno Krimmer dan Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda.
Kementerian Kebudayaan menyatakan akan memperluas jejaring internasional untuk membuka kerja sama di bidang kebudayaan dan perdamaian.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat diplomasi budaya serta mendukung perkembangan ekosistem kebudayaan dan industri kreatif Indonesia.
Ikuti berita terbaru seputar budaya, budaya perfilma, dan informasi lainnya di akun medsos InsertRakyat.com.


































