BANGGAI LAUT, (INSERT RAKYAT), 2 Maret 2026 – Fluktuasi harga beras dan komoditas pangan lainnya di Banggai Laut disebabkan rantai distribusi dari Makassar, Kendari, dan Luwuk, yang menimbulkan biaya tambahan transportasi laut dan upah buruh.

Temuan itu dikemukakan oleh Kasat Reskrim Polres Banggai Kepulauan, AKP Nanang Afrioko. Menurut dia, pada 1 Maret, Satreskrim Polres melakukan inspeksi mendadak ke toko retail dan pasar tradisional di Kelurahan Lompio, Kecamatan Banggai.

BACA JUGA :  Polres Parepare Tetapkan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak, Terancam 15 Tahun Penjara

Sidak dilakukan untuk memantau stok dan menjaga stabilitas harga pangan, sesuai SK Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 375 Tahun 2025 tentang Satgas Pengendalian Harga Beras. Petugas bekerja sama dengan Dinas Perindag dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banggai Laut guna mencegah praktik spekulasi harga.

Pemantauan di Toko Nona, Toko Putri Tunggal, dan Toko Jaya Beras menunjukkan harga beras premium Rp15.000–Rp17.000/kg, beras medium Rp13.500/kg. Komoditas lain di pasar tradisional: bawang merah dan bawang putih Rp40.000/kg, cabai rawit Rp50.000/kg.

BACA JUGA :  Akhirnya Bareskrim Polri Usut Penyebab Bencana Aceh

Petugas juga mengimbau pedagang agar tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan melengkapi izin usaha serta izin pengemasan beras sesuai regulasi.

“Polres Bangkep akan rutin mengawasi ketersediaan pangan agar masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga wajar dan terjangkau,” imbuh AKP Nanang Afrioko.

 

Ikuti berita Insertrakyat.com melalui saluran whatsapp 

Buku-buku karya Muhammad Subhan juga dapat dipesan melalui LINI BUKU Padang. Untuk informasi dan pemesanan, silakan menghubungi admin LINI BUKU di nomor kontak: 0813-6303-840 .

Terima kasih kepada para pembaca yang telah memiliki dan mendukung hadirnya buku-buku ini.