JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM — Pergantian pucuk Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri berlangsung setelah Sang Made Mahendra Jaya memasuki masa purna tugas. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian kemudian menetapkan Bachril Bakri sebagai Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal dalam rangkaian pelantikan pejabat Kemendagri.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi Kemendagri yang berlangsung bersamaan dengan pelantikan pejabat baru di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta. Tito menyebut pelantikan merupakan dinamika organisasi yang berjalan secara wajar, termasuk karena adanya pejabat yang memasuki masa pensiun.
Sang Made Mahendra Jaya sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Itjen) Kemendagri. Ia mulai menduduki posisi tersebut pada Februari 2025 setelah sebelumnya menjalankan tugas sebagai Penjabat Gubernur Bali.
Dalam perubahan tersebut, Bachril Bakri menerima Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri sebagai Plt. Inspektur Jenderal Kemendagri. Pada agenda yang sama, Andi Ony Prihartono ditetapkan sebagai Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemendagri.
Bachril bukan sosok baru dalam struktur pengawasan Kemendagri. Sebelumnya ia menjabat Sekretaris Inspektorat Jenderal dan telah terlibat dalam sejumlah agenda pengawasan serta koordinasi pemerintahan daerah.
Pergantian tersebut tidak berdiri sendiri. Dalam agenda yang sama, enam pejabat Kemendagri juga dilantik untuk menempati sejumlah jabatan baru. Mereka antara lain Rossy Lambelanova sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Inovasi IPDN, Matheos Tan sebagai Sekretaris BSKDN, dan Herny Ika S. Hutauruk sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Pemerintahan Dalam Negeri BPSDM Kemendagri.
Tiga pejabat lainnya yakni Tiyar Cahya Kusuma sebagai Kepala Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri II BPSDM, Indra Maulana Syamsul Arief sebagai Kepala Biro Administrasi Hukum, Kepegawaian, dan Hubungan Masyarakat IPDN, serta Yasar Lukman YL sebagai Sekretaris Dewan Pengurus Korpri Kemendagri.
Tito mengatakan perubahan jabatan diharapkan menghasilkan peningkatan kinerja di lingkungan Kemendagri. Ia juga meminta para pejabat baru menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.
“Untuk itu saya berharap pergantian jabatan dengan adanya kejadian pelantikan ini akan membuat kinerja Kementerian Dalam Negeri menjadi lebih baik ke depan,” ujar Tito seperti diberitakan InsertRakyat.com Kamis (6/8/2026).
Pergantian di jajaran pimpinan tinggi madya tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi Kemendagri. Setelah Sang Made menyelesaikan masa pengabdiannya, fungsi pengawasan internal kementerian untuk sementara berada di bawah kepemimpinan Bachril Bakri sebagai Plt. Inspektur Jenderal.
Sebelumnya Itjen Kemendagri menegaskan akan mencermati polemik yang terjadi di Kabupaten Mamasa. Inilah kemudian menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk Kemendagri. Baca berita selengkapnya : Itjen Kemendagri Mulai Cermati Dugaan Fee Proyek Rp900 Juta di Mamasa
.
(Syamsul Bahri/Supriadi Buraerah).






























































