Tenun Gringsing: Adat Istiadat

Selain menjaga adat istiadat, masyarakat juga perlu mengembangkan potensi budaya agar tradisi tersebut tetap memiliki tempat dalam kehidupan generasi berikutnya. Tri berharap kunjungan itu dapat mendorong dukungan terhadap pengembangan kebudayaan dan ekonomi masyarakat setempat.

Selvi Gibran Rakabuming juga menyampaikan kesan terhadap kehidupan masyarakat desa adat dan tradisi pembuatan kain Gringsing. Menurutnya, keunikan kain tersebut menjadi salah satu hal yang menarik dari Desa Tenganan Pegringsingan.

“Saya secara pribadi baru pertama kali datang mengunjungi Desa Adat Tenganan Pegringsingan ini dan sangat terkesan sekali terutama dengan kehidupan di desa adat ini dan juga kain tenunnya yang cukup terkenal adalah namanya kain Gringsing,” ujar Selvi.

Namun, keberlanjutan tradisi menenun tidak cukup hanya dengan mempertahankan kain yang sudah dikenal masyarakat. Regenerasi perlu berjalan agar generasi muda memiliki kesempatan mempelajari keterampilan tersebut dan melanjutkan proses pembuatannya.

Selvi berharap generasi muda dapat meneruskan keterampilan para penenun senior. Ia juga menyatakan Dekranas siap membantu pembinaan untuk mendukung proses regenerasi tersebut.

“Kalau yang sepuh-sepuh yang sudah tua-tua sudah pensiun tidak menenun lagi, harapannya ada regenerasi dari yang muda-muda mungkin nanti kalau untuk pembinaan kami dari Dekranas siap untuk membantu,” ungkapnya.

Selain dukungan pembinaan, Selvi berharap bantuan 500 kacamata dapat memberikan manfaat bagi para lansia penerima. Bantuan itu menyertai perhatian terhadap kesehatan warga yang turut menjaga kehidupan dan tradisi desa adat.

“Ini sudah ada bantuan 500 kacamata, semoga bantuan itu bermanfaat untuk Bapak-Ibu semuanya,” jelasnya.

Pelestarian tenun Gringsing dengan demikian berkaitan dengan dua kebutuhan yang saling melengkapi, yaitu menjaga keterampilan tradisional dan menyiapkan penerusnya. Pembinaan generasi muda dapat membuka jalan bagi pewarisan keterampilan, sedangkan perhatian terhadap penenun senior membantu menghargai peran mereka dalam mempertahankan tradisi tersebut.

Penulis: Anggytha/Agy

Editor: Supriadi Buraerah

BERITA TERKINI EDITORIAL