INSERTRAKYAT.COM — Kekeruhan Sungai Arakundo mencapai 2.000 Nephelometric Turbidity Units (NTU), empat kali lipat dari kapasitas maksimal pengolahan air PDAM Tirta Peusada sebesar 500 NTU. Kondisi ini mengancam kelancaran distribusi air bersih di Pante Bidari, Madat, Simpang Ulim, Nurussalam, Darul Aman, hingga perbatasan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.
Direktur PDAM Tirta Peusada, Iskandar, mengatakan tingginya kekeruhan air menghambat proses pengolahan di instalasi.
“Kekeruhan air Sungai Arakundo saat ini mencapai 2.000 NTU, sedangkan kemampuan pengolahan kami maksimal 500 NTU,” kata Iskandar, Sabtu (24/10/2026).
Hujan deras dalam sepekan terakhir membawa material tanah dan endapan ke Sungai Arakundo. Kondisi tersebut meningkatkan kekeruhan air hingga melampaui kapasitas pengolahan instalasi.
PDAM menghentikan sementara pengolahan air ketika tingkat kekeruhan melebihi kapasitas instalasi. Petugas akan melanjutkan pengolahan setelah kondisi air memungkinkan.
PDAM mengimbau warga di wilayah terdampak untuk menghemat penggunaan air dan tidak mengonsumsi air yang keruh atau berbau. Warga yang membutuhkan pasokan air melalui tangki dapat berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, atau PDAM Tirta Peusada.
Editor : Supriadi Buraerah


















































