Perjalanan yang Menyatukan

Praeses Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Mataloko, RD Stef Wolo, menyambut rombongan sebagai bagian dari keluarga seminari. Ia memandang kunjungan tersebut sebagai wujud persaudaraan dan kepedulian terhadap masyarakat Flores, termasuk perhatian terhadap pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.

RD Stef juga mengapresiasi pilihan Mari merayakan ulang tahunnya yang ke-70 melalui perjalanan berjalan kaki bersama masyarakat Flores. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka kesempatan untuk menjalin hubungan dengan warga dan mengenal kehidupan masyarakat di sepanjang rute.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, melihat Camino de Flores sebagai perpaduan perjalanan spiritual, alam, budaya, dan interaksi dengan masyarakat. Ia menyatakan Kementerian Pariwisata siap mendukung promosi melalui jaringan pariwisata, media, dan industri perjalanan.

Promosi tersebut dapat memperkenalkan Camino de Flores kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Meski demikian, pengelola perlu menjaga penghormatan terhadap adat, lingkungan, dan kehidupan masyarakat yang menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.

Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy MT Marpaung, melihat peluang untuk menghubungkan destinasi religi Katolik, kampung adat, pusat pendidikan keagamaan, dan kawasan alam dalam satu rangkaian perjalanan.

“Camino de Flores ini menjadi salah satu peluang pengembangan wisata religi Katolik di Pulau Flores, bagaimana dari satu titik destinasi wisata religi, destinasi wisata budaya, dan alam serta interaksi dengan masyarakat saling terhubung dan dikemas dalam satu kegiatan,” ujar Andhy.

Andhy berharap pola perjalanan tersebut dapat memperpanjang masa tinggal wisatawan dan menyebarkan kunjungan ke lebih banyak lokasi. Dengan pola itu, aktivitas pariwisata berpeluang menjangkau berbagai wilayah, bukan hanya terpusat pada satu destinasi.

Kegiatan ramah tamah turut dihadiri Bupati Nagekeo, Wakil Bupati Ngada, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada, serta Romo Vikaris Episkopal (Vikep) Ngada.

BERITA TERKINI EDITORIAL