Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo (Ist)


Jakarta, InsertRakyat.com – Kepala Desa Kohod, Arsin, resmi ditahan bersama tiga tersangka lainnya, usai menjalani pemeriksaan intensif di Bareskrim Polri. Berbagai spekulasi pun muncul “oknum kades jadi tumbal” di kasus besar ini.

Penahanan tersangka itu dilakukan pada Senin (24/2/2025) malam, terkait dugaan pelanggaran dalam dokumen pagar laut Tangerang.

Baca Juga :  GISK Dukung Polri Perkuat Keamanan Bulukumba Selama Ramadhan

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, menyebutkan bahwa selain Arsin, Sekretaris Desa Kohod, Ujang Karta, serta dua penerima kuasa berinisial SP dan CE turut ditahan.

Baca Juga :  SMAN 5 Kajang Mantapkan Persiapan UAS, Dua Siswi Terlibat Insiden 9 Mei Diharap Damai

“Setelah pemeriksaan, kami melaksanakan gelar perkara internal dan memutuskan mulai malam ini mereka ditahan,” ujar Djuhandhani, Selasa (25/2/2025) di Jakarta.

Bareskrim kini fokus melengkapi berkas perkara dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna mempercepat proses persidangan. Djuhandhani menjelaskan bahwa keputusan penahanan didasarkan pada beberapa pertimbangan, termasuk kemungkinan adanya barang bukti tambahan dan potensi pengulangan perbuatan.

Baca Juga :  Bantah Keterkaitan, Fahd El Fouz Rafiq" Waketum Bapera Warning Penyebaran Info Sepihak Insiden Polda Metro Jaya

“Kami khawatir tersangka menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya dengan kewenangan yang dimiliki,” tegasnya.

Kasus ini kini memasuki tahap berikutnya, dengan penyidik berupaya mengungkap lebih dalam dugaan penyimpangan dalam proyek pagar laut Tangerang. (*)