JAKARTA, INSERTRAKYAT.com— Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto meminta analis kebijakan menggunakan data sejak awal proses perumusan kebijakan. Data, kata dia, harus digunakan untuk menemukan akar masalah, bukan sekadar membenarkan keputusan yang sudah ditetapkan.
Bima menyampaikan hal itu saat membuka Lokakarya Penguatan Kapasitas Jabatan Fungsional Analis Kebijakan (JFAK) dalam Advokasi Kebijakan untuk Akselerasi Layanan Dasar yang Inklusif di Pusdiklat Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Menurut Bima, kebijakan menjadi salah satu instrumen utama untuk menghasilkan perubahan. Namun, perubahan membutuhkan kebijakan yang tepat dan disusun melalui analisis yang matang.
“Kebijakan adalah kunci dari perubahan. Sekali lagi, kebijakan adalah kunci dari perubahan. [Namun] tidak semua pemimpin yang terobsesi terhadap perubahan itu memiliki kemampuan untuk merumuskan kebijakan yang tepat,” ujar Bima.
Ia menyoroti penerapan evidence-based policy dalam penyusunan kebijakan. Bima mengingatkan agar data tidak dicari atau digunakan hanya untuk memperkuat posisi kebijakan yang sudah ditentukan.
“Bicara evidence-based itu datanya muncul kapan? Jangan-jangan data itu digunakan untuk membenarkan posisi kebijakan yang sudah ditentukan,” tegasnya.
Bima juga meminta analis kebijakan melihat kondisi masyarakat secara langsung. Ia menyebut analis perlu berinteraksi dengan berbagai kelompok, termasuk pelaku UMKM dan pengemudi transportasi publik.
“Jadi, Bapak-Ibu, sebagai analis kebijakan, kalau tidak gaul, kalau tidak mampu menembus semua ekosistem, insyaallah tidak akan merekomendasikan kebijakan didengar oleh atasan,” tutur Bima.
Menurut Bima, temuan di lapangan perlu dipadukan dengan teori dan data terkini. Proses tersebut diperlukan agar rekomendasi kebijakan tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi juga memperhatikan kondisi nyata masyarakat.
Ia juga mengingatkan aspek pemantauan dan evaluasi ditetapkan setelah kebijakan dihasilkan. Analis kebijakan diharapkan terlibat sejak tahap perumusan hingga melihat hasil dan dampak kebijakan.
“Selamat lokakarya, semoga Allah mudahkan. Semoga memberikan hasil manfaat yang nyata bagi rakyat yang kita cintai, bagi kota, kabupaten Bapak-Ibu yang sangat Bapak-Ibu cintai,” kunci Bima.
Ikuti saluran WhatsApp InsertRakyat.com untuk mendapatkan informasi terbaru.
Penulis : Anggytha
Editor : Supriadi Buraerah





























































