Adat Minangkabau dan Pendidikan Generasi Z
Pewarisan adat Minangkabau memerlukan keterlibatan generasi muda dalam memahami dan menjalankan tradisi. Dalam pandangan Bima, Bundo Kanduang dapat membantu proses tersebut dengan membimbing Generasi Z agar menjaga akhlak dan memahami adat istiadat.
Bima juga mengingatkan kontribusi tokoh asal Minangkabau dalam perjalanan bangsa Indonesia. Ia menyebut Mohammad Hatta, Haji Agus Salim, Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Rasuna Said, dan Mohammad Natsir sebagai tokoh yang berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan nasional.
Menurutnya, generasi muda perlu melanjutkan tradisi intelektual dan semangat berkontribusi tersebut. Karena itu, kegiatan Bundo Kanduang diharapkan tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Bima berharap masyarakat Minangkabau semakin dikenal melalui pemikiran dan pencapaian ekonomi, selain seni serta kulinernya.
“Saya mendoakan Minangkabau dan Bundo Kanduang semakin mendunia. Mendunia bukan saja tari piringnya, mendunia juga bukan saja nasi Kapau-nya, tapi mendunia pemikiran-pemikirannya, mendunia prestasi-prestasi ekonominya,” katanya.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian adat dapat berjalan bersama pengembangan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan kontribusi ekonomi. Generasi muda dapat mengenal tradisi sekaligus mengembangkan kemampuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat masa kini.
Bima menutup sambutannya dengan harapan agar Perkumpulan Bundo Kanduang terus mempererat silaturahmi dan menjaga adat Minangkabau.
“Semoga Allah selalu mudahkan seluruh ikhtiar kita untuk menjaga silaturahmi, menjaga adat istiadat dalam kebersamaan yang indah ini,” pungkasnya.
Penulis: Muhahammad Subhan
Editor: Supriadi Buraerah

















































