BLORA, INSERTRAKYAT.COM – Bendungan Cabean yang sedang dibangun Kementrian PU, berlokasi di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, kini menjadi sorotan utama pemerintah untuk mengatasi krisis air di wilayah kering. Infrastruktur ini membendung Sungai Galuk dengan volume tampungan efektif 2,58 juta m³, siap menyalurkan air untuk irigasi, air baku, pengendalian banjir, sekaligus mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya 10 Megawatt.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan fokus utama adalah mengamankan pasokan air untuk swasembada pangan. Dengan Bendungan Cabean, Daerah Irigasi Karanganyar seluas 80 hektar bisa dioptimalkan, meningkatkan Indeks Pertanaman dari 175% menjadi 275%.

BACA JUGA :  Realisasi Anggaran Baru 37,60 Persen, Menteri PU Masih Yakin Capai 95 Persen di Akhir 2025

“Petani dapat menanam padi hingga palawija lebih sering dalam setahun, menjadikan panen lebih optimal dan berkelanjutan. (Rencana pemanfaatannya),” kata Dody di Jakarta, Selasa, (19/8/2025).

Tidak hanya pertanian, lanjut Dody, bendungan ini juga memenuhi kebutuhan air baku 127 liter/detik untuk Kabupaten Pati (100 liter/detik) dan Blora (27 liter/detik), mencukupi kebutuhan domestik sekitar 154.628 jiwa, atau 59,14% dari tiga kecamatan terdampak.

BACA JUGA :  Ribuan Warga Terlibat Aksi Nasional Kementerian PU

“Bendungan Cabean dibangun dengan tipe Urugan Zonal Random Tanah dan Inti Tegak setinggi 24 meter, panjang puncak 318 meter, lebar puncak 7 meter. Selain fungsi irigasi dan air baku, bendungan juga berperan sebagai pengendali banjir di wilayah hilir seluas 5,32 hektar dan berpotensi mendorong pariwisata lokal,” imbuh Dody.

Menteri Dody bilang, Proyek konstruksi dimulai 20 Desember 2023, dengan progres fisik hingga 29 Juli 2025 14,6%, ditargetkan rampung 31 Desember 2026. “Pengerjaan berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana bersama kontraktor PT Brantas Abipraya – PT Marfrijaya Abadi (KSO),” ujar Dody.

BACA JUGA :  TPA Benowo Menjadi Contoh Pengelolaan Sampah Secara Nasional

“Adanya Bendungan Cabean, Blora diharapkan bisa keluar dari catatan wilayah rawan kekeringan. Suplai air berkelanjutan membuka peluang pertanian lebih produktif, akses air bersih lebih terjamin, dan perlindungan banjir di hilir lebih optimal,” tuntasnya. (Aggy).

Buku-buku karya Muhammad Subhan juga dapat dipesan melalui LINI BUKU Padang. Untuk informasi dan pemesanan, silakan menghubungi admin LINI BUKU di nomor kontak: 0813-6303-840 .

Terima kasih kepada para pembaca yang telah memiliki dan mendukung hadirnya buku-buku ini.