PIDIE, InsertRakyat.com — Ketua Umum Keluarga Ureung Pidie (KUPI) periode 2026–2030, Dr. Asfifuddin, S.H., M.H., mengarahkan pengurus baru untuk menerjemahkan persatuan organisasi menjadi gagasan dan kontribusi nyata bagi masyarakat Pidie dan Aceh.
Dr. Asfifuddin menyampaikan pesan tersebut dalam rangkaian pelantikan Pengurus KUPI periode 2026–2030. Ia mengingatkan bahwa kepengurusan organisasi membawa tanggung jawab untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.
Menurut Asfifuddin, KUPI perlu menjadi wadah yang mempertemukan potensi masyarakat Pidie melalui kerja sama, gotong royong, dan ukhuwah Islamiyah. Para pengurus diminta menggunakan kapasitas masing-masing untuk melahirkan gagasan yang dapat menjawab persoalan di lingkungan mereka.
“Berikan pemikiran yang terbaik dan konsep strategis, sekaligus mengupayakan solusi terhadap permasalahan di mana saudara tinggal, dan secara umum di Kabupaten Pidie dan Provinsi Aceh,” kata Asfifuddin, pada Ahad (16/8/2026).
Ia juga mengingatkan agar KUPI tidak berhenti pada fungsi sebagai wadah persatuan. Organisasi tersebut, menurut dia, perlu menjadi ruang komunikasi dan kolaborasi untuk mempertemukan berbagai potensi masyarakat Pidie.
Asfifuddin mengatakan kerja bersama menjadi salah satu dasar kepengurusan KUPI selama periode 2026–2030. Para pengurus diharapkan saling membantu dan menguatkan dalam menjalankan amanah organisasi.
“Kehadiran saudara-saudara dalam kepengurusan KUPI ini adalah siap bantu-membantu, dalam bingkai ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.
Dalam prosesi pelantikan, seluruh pengurus menyatakan kesediaan untuk mempertanggungjawabkan kepercayaan dan kehormatan sebagai Pengurus KUPI periode 2026–2030.
Kepengurusan baru tersebut diharapkan dapat memperluas peran sosial masyarakat Pidie serta membangun jejaring untuk kepentingan daerah. Bahan yang tersedia menyebut sejumlah bidang yang dapat menjadi ruang kontribusi, antara lain pendidikan, ekonomi, sosial kemasyarakatan, pemberdayaan generasi muda, dan penguatan sumber daya manusia.
Bagi Asfifuddin, keanggotaan dalam kepengurusan KUPI harus diwujudkan melalui tindakan, pemikiran, bantuan, dan kerja yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
KUPI periode 2026–2030 kini memasuki masa kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Asfifuddin.
Penulis : Rifqi Maulana
Editor : Tim Redaksi

















































