POLEWALI MANDAR, InsertRakyat.com – Kebakaran lahan perkebunan sawit milik tiga warga di Dusun Landi, Desa Baru, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (9/8/2026) malam, menghanguskan sekitar 1,7 hektare lahan dengan total kerugian material diperkirakan Rp17 juta.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00 WITA. Kobaran api pertama kali terlihat di area perkebunan sawit milik warga dan kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang.

Personel Polsek Campalagian bersama Kapolsubsektor Luyo, IPDA Abd. Hamid, anggota piket, dan Bhabinkamtibmas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Polisi kemudian berkoordinasi dengan warga dan petugas pemadam kebakaran untuk mengendalikan api.

Sekitar pukul 20.30 WITA, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Petugas damkar, kepolisian, dan warga bersama-sama melakukan pemadaman agar api tidak menjalar ke area perkebunan lainnya.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WITA setelah proses pemadaman berlangsung hampir dua jam. Setelah itu, petugas bersama warga menyisir area perkebunan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Data sementara menunjukkan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 170 are atau 1,7 hektare. Lahan tersebut merupakan perkebunan sawit milik tiga warga.

Baharuddin mengalami kerusakan pada lahan seluas 50 are dengan perkiraan kerugian Rp5 juta. Ilham juga kehilangan lahan sawit seluas 50 are dengan kerugian sekitar Rp5 juta. Sementara lahan milik Arif seluas 70 are terbakar dengan perkiraan kerugian Rp7 juta.

Dengan demikian, total kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp17 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Kapolsubsektor Luyo Polsek Campalagian IPDA Abd. Hamid mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Polisi masih melakukan pemantauan dan pendalaman di lokasi untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api.

“Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Kami masih melakukan pemantauan dan pendalaman di lokasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” ujar Abd. Hamid.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar atau membakar sampah sembarangan, khususnya ketika kondisi cuaca panas dan kering yang dapat mempercepat penyebaran api.

“Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api sehingga dapat ditangani lebih cepat dan tidak meluas,” tegasnya.

Polisi bersama warga masih memantau area perkebunan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan tidak muncul kembali titik api setelah kebakaran berhasil dipadamkan.

.

Editor: Azhari