MAKASSAR, InsertRakyat.com Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Prestasi (KKN-P) 116 Kelurahan Tamalanrea Indah, Universitas Hasanuddin (Unhas), menghadirkan cara berbeda dalam mengenalkan koperasi kepada pelajar. Melalui program edukasi yang dikemas dalam bentuk permainan interaktif, mahasiswa KKN Unhas mengajak siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar memahami konsep koperasi dengan cara yang lebih menyenangkan.

Program yang digagas A.M. Alief Akbar tersebut mengusung tema “Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan: Peningkatan Literasi Koperasi bagi Siswa Kelas III SRMA 26 Makassar” dan berlangsung di SRMA 26 Makassar, Senin (10/8/2026).

Alief menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dasar-dasar koperasi, mulai dari tata kelola organisasi, simpanan pokok, simpanan wajib, hingga mekanisme pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU). Materi disampaikan melalui mini games agar lebih mudah dipahami oleh para siswa.

Dalam simulasi tersebut, setiap peserta menerima uang mainan senilai Rp20.000. Sebanyak Rp10.000 digunakan sebagai simpanan pokok dan Rp10.000 lainnya sebagai simpanan wajib. Sebagai gambaran manfaat berkoperasi, peserta yang mengikuti permainan memperoleh snack sebagai bentuk pembagian hasil yang sederhana.

Metode ini mendapat respons positif dari para siswa. Selain menciptakan suasana belajar yang lebih santai, pendekatan tersebut membantu peserta memahami bagaimana koperasi bekerja dan memberi manfaat bagi anggotanya.

“Saya mengadakan mini games ini untuk memperkenalkan tujuan utama koperasi, yakni meningkatkan kesejahteraan anggota. Selain itu, koperasi juga menanamkan nilai gotong royong dan kebersamaan,” ujar Alief.

Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi Unhas itu juga menekankan bahwa koperasi menjunjung tinggi prinsip demokrasi. Setiap keputusan diambil melalui musyawarah sehingga seluruh anggota memiliki hak suara yang sama dalam menentukan arah organisasi.

Menurutnya, pemahaman tentang koperasi perlu diperluas di kalangan generasi muda agar mereka tidak hanya mengenal koperasi sebagai tempat simpan pinjam, tetapi juga sebagai model ekonomi yang mengedepankan kebersamaan dan kesejahteraan bersama.

Alief berharap literasi koperasi semakin dikenal oleh Generasi Z dan Generasi Alpha. Ia menilai koperasi tetap relevan sebagai salah satu solusi ekonomi yang mampu bertahan di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian ekonomi.

“Koperasi disebut sebagai soko guru perekonomian Indonesia karena menjunjung asas kekeluargaan, keterbukaan, dan kebersamaan. Nilai-nilai itu masih sangat dibutuhkan hingga saat ini,” pungkasnya.

Editor: Azhari