JAKARTA Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pentingnya literasi keuangan digital bagi pemerintah daerah. Jum’at, (31/10/2025).

Pesan itu disampaikan pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia di JICC.

Acara tersebut juga rangkaian Indonesia Fintech Summit & Expo 2025.

Menurut Mendagri, digitalisasi pemerintah daerah butuh dua tahapan utama.

Pertama, meningkatkan literasi digital dan finansial aparatur daerah.

Kedua, mengintegrasikan sistem digital daerah dengan sistem nasional.

BACA JUGA :  Tito Karnavian Sabet CNN Indonesia Awards 2025: Pengakuan Nasional atas Sinergi Pemerintahan Pusat–Daerah

Integrasi dinilai mampu menekan kebocoran anggaran secara signifikan.

“Mendorong digitalisasi 552 Pemda, 38 provinsi, 98 kota, 416 kabupaten,” ujarnya.

Ia menegaskan dukungan penuh Kemendagri pada sistem pemerintahan digital.

Mendagri menyoroti peran strategis Dukcapil sebagai fondasi e-government.

Dukcapil menyimpan 99 persen data penduduk lengkap dengan biometrik.

Data biometrik meliputi sidik jari, iris mata, dan pengenal wajah.

BACA JUGA :  Wamendagri -- Sekjen Tomsi : Rapat di Hotel Dibolehkan, Asal Substansi Jelas, Kalau Tidak Perlu Jangan Dibuat Perlu

Basis data itu menjadi kunci verifikasi layanan finansial dan teknologi.

“Cukup lihat wajah, identitas tervalidasi,” kata Mendagri.

Teknologi pengenalan wajah mencegah pemalsuan identitas penduduk.

Mendagri mengingatkan Pemda tinggalkan pola pikir lama non-digital.

Digitalisasi dianggap kunci peningkatan kualitas layanan publik lokal.

Ia mencontohkan potensi kebocoran pajak hotel, restoran, dan parkir.

Selama ini, penerimaan tidak selalu tercatat utuh di Bapenda.

BACA JUGA :  Masyarakat Sangat Penasaran Soal Pertemuan Mendagri Tito Bersama Menteri PU dan Seskab Teddy, Kenapa?

Pemda diminta membenahi sistem pemungutan agar lebih akuntabel.

Digitalisasi memungkinkan pajak tercatat otomatis ke kas daerah.

Langkah ini meningkatkan PAD tanpa bebankan masyarakat kecil.

“Saya pikir bagaimana Pemda dapat PAD melalui digitalisasi,” tegasnya.

Mendagri berharap Pemda aktif memanfaatkan sistem pembayaran modern.

Tujuannya memastikan transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan pendapatan. (Tugas/Red).

Buku-buku karya Muhammad Subhan juga dapat dipesan melalui LINI BUKU Padang. Untuk informasi dan pemesanan, silakan menghubungi admin LINI BUKU di nomor kontak: 0813-6303-840 .

Terima kasih kepada para pembaca yang telah memiliki dan mendukung hadirnya buku-buku ini.