SINJAI, INSERTRAKYAT.COM – Bangunan Irigasi bendungan di Desa Pattallassang, Kecamatan Sinjai Timur, jebol meski baru rampung pada akhir 2024.

Peristiwa tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas konstruksi proyek yang berdampak pada sektor pertanian.

Anggaran proyek juga menjadi sorotan. Masyarakat mempertanyakan transparansi dana pembangunan irigasi Borongpao tersebut.

“Anggarannya tidak jelas. Semua serba tertutup,” ujar seorang sumber berinisial M.H. Ia pun meminta Sat Reskrim Polres Sinjai melalui Unit Topikor agar mengusut dugaan kejanggalan pada proyek negara tersebut.

Faktor cuaca salah satu kemungkinan penyebab kerusakan bangunan. Namun, M.H membeberkan dugaan mengenai kualitas material yang digunakan, dan lapisan lantai yang ia curigai tidak sesuai mutu.

BACA JUGA :  Wings Air Tempuh Jalur Hukum atas Insiden Pen Penerbangan IW-1267

“Biasanya proyek irigasi rawan pengurangan volume material dibagian lapisan dinding dan lantai”.

“Topikor Polres Sinjai kita harapkan turun langsung, agar masyarakat mendapatkan kejelasan, untuk jumlah anggaran dan pertanyaan lainnya”.

“Sejauh ini PU memang terkesan tertutup kepada Publik” imbuhnya terenyuh.

Kanit Topikor Polres Sinjai, IPTU Rahman, memastikan akan menindaklanjuti hal ihwal masyarakat, dan segera turun ke lokasi.

“Baik terimakasih, kami (Polres Sinjai,-red), akan turun langsung untuk menindaklanjuti,” ungkap Iptu Rahman saat menjawab pertanyaan konfirmasi.

BACA JUGA :  Apel Gabungan, Kapolres Kolaka Timur: Pengamanan Malam Takbiran dengan Sinergi dan Ketulusan

Sebelumnya, Sekretaris Desa Pattallassang, Sabri, menjelaskan bahwa proyek ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah desa sebelum pengerjaan dimulai pada 2024. Hanya saja, kata dia, pihaknya tidak ikut mengawasi dan tidak terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kami (Pemdes Pattallassang,-red), hanya menerima laporan saat pihak terkait koordinasi. Desa tidak terlibat langsung dalam proses konstruksi. Iya saat ini irigasi alami kerusakan” jelasnya saat berbicara dengan Insertrakyat.com, pukul 13.25 WITA.

Kepala Dinas PU Sinjai, Haris Achmad belum dapat memastikan penyebab kerusakan proyek tersebut.

BACA JUGA :  Anggota DPR RI Fraksi Golkar Sukses Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Disanjung Rakyat di Aceh Timur

“Maaf, baru kami mengetahui hal ini. Saya sudah menginstruksikan staf teknis untuk turun langsung ke lapangan guna mengetahui permasalahannya,”kata Haris Achmad.

“Jika benar ada kerusakan dan irigasi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, kami akan segera memerintahkan kontraktor untuk melakukan perbaikan, karena proyek ini masih dalam masa pemeliharaan,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai jumlah dan sumber anggaran, Kadis PU mengaku tidak mengetahui secara pasti nilai proyek tersebut.

“Maaf, saya tidak hafal persis nilainya. Yang jelas, proyek ini menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024,” pungkasnya.

Buku-buku karya Muhammad Subhan juga dapat dipesan melalui LINI BUKU Padang. Untuk informasi dan pemesanan, silakan menghubungi admin LINI BUKU di nomor kontak: 0813-6303-840 .

Terima kasih kepada para pembaca yang telah memiliki dan mendukung hadirnya buku-buku ini.