JAKARTA, INSERTRAKYAT.com — Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM – INTEL) Kejaksaan Agung, Prof. Dr. Reda Manthovani, menerima penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka pada Koperasi Awards 2026 di St. Regis, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang yang diselenggarakan Kementerian Koperasi. Penghargaan diberikan atas dukungan strategis Reda dalam pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Reda mengatakan peran Kejaksaan dalam mengawal KDMP berkaitan dengan gagasan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita keenam. Agenda tersebut memuat arah pembangunan dari desa dan bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.

“Melalui program Jaksa Garda Desa atau Jaga Desa yang turut mengawal Kementerian Koperasi mengenai tata kelola keuangan desa, kemudian sejalan dengan inisiasi Presiden Prabowo dalam membentuk Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Reda dalam keterangan yang diterima InsertRakyat.com di Jakarta.

Menurut Reda, pengawalan tata kelola koperasi perlu diperkuat melalui peran jaksa di daerah. Salah satu bentuknya melalui kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pemanfaatan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk membangun usaha lokal.

Kejaksaan sebelumnya juga menjalankan Program Jaga Desa untuk mendukung pengawasan dan pendampingan tata kelola pemerintahan desa. Program tersebut menjadi salah satu instrumen yang digunakan Kejaksaan dalam pendekatan pencegahan.

Dalam konteks KDMP, Kejaksaan Agung telah menempatkan pengamanan pembangunan strategis sebagai bagian dari pengawalan proyek koperasi desa. Pada Februari 2026, Kejaksaan menyatakan proyek pembangunan gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDMP mencakup 83.762 desa dan kelurahan di 38 provinsi.

Reda berharap pengembangan KDMP disertai ekosistem ekonomi yang sehat. Menurut dia, koperasi desa dapat terhubung dengan kegiatan ekonomi lokal sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Kendati, penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka menjadi bagian dari Koperasi Awards 2026 yang digelar di Jakarta.

Di luar penghargaan tersebut, nama Reda Manthovani belakangan dikaitkan dengan rumor mengenai calon Jaksa Agung pada masa mendatang.

Namun, Kejaksaan Agung belum memberikan pernyataan resmi mengenai informasi tersebut. Hingga kini, Sanitiar Burhanuddin masih menjabat sebagai Jaksa Agung.

Istana juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai rumor yang mengaitkan Reda dengan posisi Jaksa Agung berikutnya.

Informasi mengenai calon Jaksa Agung tersebut sudah menjadi rahasia umum, lantas rumor itu kian santer ditengah masyarakat luas. InsertRakyat.com juga memperoleh informasi soal isu tersebut, jauh sebelum Reda menerima penghargaan dari Koperasi Awards 2026.

.

Jurnalis: Rifqi Maulana, S. H
Editor   : Supriadi Buraerah

Saluran Whatsapp InsertRakyat