PURWAKARTA, INSERTRAKYAT.COM — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan salah satu kekuatan utama dalam membangun desa dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus Pusat Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) sekaligus peluncuran Program Retret Nasional BPD di Alun-alun Purwakarta, Jawa Barat, Senin (13/7/2026).
Yandri mengatakan, keberadaan lebih dari 75 ribu desa dengan hampir satu juta anggota BPD menjadi modal besar untuk mempercepat pembangunan desa. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan BPD menjadi faktor penting dalam mendukung pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Mendes Yandri optimistis kepengurusan baru PP PABPDSI di bawah kepemimpinan Fery Radiansyah mampu memperkuat peran BPD dalam mengawal pembangunan desa di seluruh Indonesia.
“Jumlah desa mencapai 75.266 dengan total anggota BPD hampir satu juta orang. Ini merupakan kekuatan besar bangsa sehingga harus dimanfaatkan untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat desa,” ujar Yandri.
Ia menjelaskan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal telah menerjemahkan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo melalui program 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia.
Program tersebut meliputi pengembangan Desa Ekspor, Desa Wisata, Desa Tematik, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Menurut Yandri, seluruh program tersebut hanya dapat berjalan optimal melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan PABPDSI.
“Kami terus membangun kolaborasi. Sesuai pesan Presiden Prabowo, kita bukan Superman, tetapi Super Team. Dengan kerja sama yang kuat, Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan,” katanya.
Mendes Yandri menegaskan Kementerian Desa siap memperkuat kerja sama dengan PABPDSI untuk mendukung berbagai program pembangunan desa di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden sekaligus Ketua Dewan Pembina PP PABPDSI, Dudung Abdurachman, menyampaikan bahwa BPD memiliki posisi strategis dalam memastikan seluruh program prioritas pemerintah berjalan efektif hingga tingkat desa.
Menurut Dudung, desa bukan hanya wilayah administratif, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada nilai gotong royong, musyawarah, serta kepercayaan masyarakat.
Ia menilai kepengurusan baru PABPDSI diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan desa sekaligus mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Pelantikan Pengurus Pusat PABPDSI dan peluncuran Program Retret Nasional BPD menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga desa dalam mempercepat pembangunan nasional dari tingkat desa.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, pejabat dari Kantor Staf Presiden, Kementerian Dalam Negeri, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta jajaran Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan BPD, pembangunan desa diharapkan mampu mendorong pemerataan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat tercapainya target Indonesia Emas 2045.
.
Penulis : Firman
Editor : Zamroni.
Tim Redaksi InsertRakyat. Follow ( whatsapp channel).




































