WONOGIRI, InsertRakyat.com – Kodim 0728/Wonogiri mengalokasikan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 untuk memperkuat infrastruktur dasar di Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto. Program senilai Rp465 juta itu menyasar pembangunan jalan, talud, gorong-gorong, serta pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan nonfisik.
Pelaksanaan TMMD resmi dimulai pada Rabu (15/7/2026) dan akan berlangsung hingga 13 Agustus 2026. Sebelum dibuka, Kodim 0728/Wonogiri lebih dahulu menggelar pra-TMMD agar pekerjaan fisik dapat berjalan lebih efektif sejak hari pertama.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0728/Wonogiri selaku Perwira Pelaksana TMMD, Kapten Inf Jumadi, mengatakan kegiatan dipusatkan di Dusun Sugihan dan Dusun Brenggolo, Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto.
“Rencana pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 dilaksanakan di Dusun Sugihan dan Dusun Brenggolo, Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri meliputi sasaran kegiatan fisik yaitu pembangunan rabat jalan beton dengan volume panjang 300 meter, lebar 4 meter, tebal 0,12 meter, talud gendong sepanjang 40 meter dengan tinggi 1,5 meter, serta dua titik gorong-gorong dengan panjang 5 meter dan lebar 1 meter,” ujar Kapten Inf Jumadi saat membacakan laporan pelaksanaan TMMD.
Pembangunan tersebut didukung anggaran Rp465 juta, yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp165 juta dan APBD Kabupaten Wonogiri sebesar Rp300 juta. Dana itu diarahkan untuk menuntaskan seluruh sasaran fisik sesuai rencana pelaksanaan.
“Dana sebesar Rp465 juta bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah senilai Rp165 juta dan APBD Kabupaten Wonogiri senilai Rp300 juta. Diharapkan dapat merampungkan semua sasaran fisik sesuai yang diharapkan,” katanya.
Selain membangun infrastruktur, TMMD juga menggelar penyuluhan dan pelatihan yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Kodim 0728/Wonogiri, dan Polres Wonogiri. Materi yang diberikan mencakup peningkatan keterampilan masyarakat, penguatan wawasan kebangsaan, serta dukungan terhadap pembangunan desa.
Program terpadu tersebut diharapkan mampu memperlancar akses transportasi warga, meningkatkan kualitas fasilitas umum, memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. (gus).



































