PALEMBANG, InsertRakyat.com – Progres pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Keramasan di Kota Palembang, Sumatra Selatan, telah mencapai 89,16 persen hingga 30 Juni 2026. Proyek strategis tersebut ditargetkan rampung pada Oktober 2026 dan diproyeksikan mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari sekaligus menghasilkan energi listrik ramah lingkungan.
Perkembangan pembangunan itu menjadi perhatian pemerintah. Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung proyek PSEL Keramasan di Palembang, Kamis (16/7/2026), guna memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target sebagai bagian dari arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan energi bersih.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres melihat sejumlah fasilitas utama PSEL Keramasan serta menerima pemaparan mengenai sistem pengolahan sampah yang akan diterapkan saat fasilitas mulai beroperasi.
Manajer Operasional PSEL Keramasan, Satriawan Kirana, menjelaskan fasilitas itu menggunakan teknologi Moving Grate Incinerator dengan kapasitas 2 x 500 ton per hari atau total 1.000 ton sampah setiap hari.
“Ke depan, [prioritas] kita adalah memusnahkan dan mereduksi sampah secara massal,” papar Satriawan.
“Dengan 1.000 ton [sampah], kita menghasilkan 17,7 megawatt energi hijau, kelistrikan hijau kita sambungkan ke jaringan utama Kota Palembang kelistrikannya. Jadi sampahnya dari Palembang, kita kembalikan dalam bentuk kelistrikan hijau ke Kota Palembang,” tambahnya.
Selain memastikan kapasitas pengolahan sampah, Wapres juga menanyakan pengelolaan abu hasil pembakaran agar tidak menimbulkan dampak lingkungan.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Satriawan menjelaskan abu hasil proses pembakaran akan melalui tahapan pengolahan sehingga tidak lagi menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
“Jadi kita kedepankan adalah pemusnahan, mereduksi sampah secara massal. Abu-nya nanti kita treatment sehingga bukan menjadi limbah B3 lagi, itu nanti banyak kegunaannya Pak,” imbuh Satriawan.
Menurutnya, residu hasil pembakaran nantinya dapat dimanfaatkan kembali sebagai material konstruksi, antara lain untuk bahan timbunan reklamasi maupun pembuatan konblok. Pemanfaatan tersebut diharapkan mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Berdasarkan laporan konsultan supervisi dan manajemen konstruksi per 30 Juni 2026, pembangunan fisik PSEL Keramasan telah mencapai 89,16 persen dan ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
Setelah beroperasi, fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah perkotaan secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik hijau bagi Kota Palembang sehingga mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Turut mendampingi Wakil Presiden dalam peninjauan tersebut, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, General Manager UPT PLN Aris Sofian Hidayat, Plt. Sekretaris Wapres Al Muktabar, dan Staf Khusus Wapres Achmad Adhitya.
Informasi ini diterima InsertRakyat.com melalui Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden pada 16 Juli 2026.
Berikan dukungan Anda kepada InsertRakyat.com , follow/ikuti saluran (whatsapp /channel) dan dapatkan berita tercepat setiap hari. Untuk bergabung di grup (whatsapp).
































