MAKASSAR – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar memimpin operasi pencarian terhadap 23 orang penumpang KM Nurul Salsa yang hilang pascatenggelamnya kapal di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengerahkan seluruh unsur SAR gabungan segera setelah menerima laporan kecelakaan kapal tersebut. Pihaknya menginstruksikan tim penyelamat untuk menyisir area lokasi kejadian guna mengevakuasi para penumpang dan awak kapal.

BACA JUGA :  Tumben, Tito Karnavian Mendadak Nongol di Sulawesi Selatan

KM Nurul Salsa bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) pukul 05.00 WITA. Namun, mesin kapal mengalami gangguan teknis saat menempuh jarak 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng. Kondisi tersebut menyebabkan kapal tenggelam di perairan barat Pulau Polassi.

KM Harapan Kita mengevakuasi 41 orang penumpang pada Kamis (16/7) pukul 04.00 WITA. Di waktu yang sama, kapal nelayan setempat menyelamatkan 6 orang lainnya dan membawa mereka ke Pulau Polassi.

BACA JUGA :  Bupati Pinrang Raih Penghargaan Kemenkumham RI

Berdasarkan verifikasi ulang, tim SAR menetapkan total penumpang dan awak kapal sebanyak 70 orang. Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah menemukan 47 orang, dengan rincian 46 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia.

“Tim SAR gabungan saat ini masih melakukan pencarian intensif terhadap 23 orang yang belum ditemukan,” tegas Arif.

BACA JUGA :  Satnarkoba Polres Bulukumba Tangkap 3 Pria, Sita Sabu 7,5 Gram

Tim melakukan perhitungan Search and Rescue Planning (Sarmap) untuk menentukan titik koordinat pencarian yang optimal.

Basarnas terus melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban guna memastikan validitas data penumpang dan mempercepat proses evakuasi.