Jakarta, InsertRakyat.com — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto membekali peserta Mahasiswa Magang Kementerian Dalam Negeri (Masadagri) Batch III dengan dua kunci penting menuju kesuksesan, yakni pertemanan dan karakter.
Hal itu disampaikan Bima saat menghadiri Sharing Session Masadagri Batch III di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (8/10/2026).
“Kunci kesuksesan yang saya yakini, saya pelajari, saya alami sejauh ini. Itu bukan hanya kecerdasan, bukan hanya transkrip nilai, tapi dua hal yang sangat menentukan. Pertama adalah pertemanan, kedua adalah karakter,” ujar Bima.
Bima menilai kecerdasan dan prestasi akademik saja belum cukup menjadi penentu keberhasilan. Kemampuan membangun relasi dan memiliki karakter yang kuat turut menjadi modal penting dalam menghadapi perjalanan karier maupun kehidupan.
Sebanyak 65 peserta terpilih dari sekitar 1.080 pendaftar mengikuti Masadagri Batch III selama tiga bulan. Kesempatan tersebut diminta tidak hanya dimanfaatkan untuk mengenal praktik kerja birokrasi, tetapi juga memperluas pengalaman dan jejaring.
“Target kalian di sini adalah ketemu dengan sebanyak mungkin orang, membangun sebanyak mungkin jaringan dan networking di sini,” katanya.

Karena itu, peserta diminta aktif berinteraksi dengan berbagai unsur di lingkungan Kemendagri, mulai dari direktur, kepala biro, analis kebijakan hingga pimpinan. Interaksi tersebut diharapkan membuka wawasan sekaligus memperkaya pengalaman selama menjalani program.
Selain membangun jejaring, Bima mendorong peserta untuk menjadikan masa magang sebagai ruang belajar. Peserta dapat mengamati, berdialog, berdiskusi serta menyampaikan pandangan terhadap berbagai hal yang ditemui selama berada di lingkungan kementerian.
“Yang akan menjadi pemenang dalam kehidupan adalah orang-orang yang bisa berdialektika,” tegasnya.

Pengalaman tersebut juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk memahami secara langsung peran Kemendagri dalam pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Tugas tersebut mencakup berbagai urusan, seperti otonomi daerah, keuangan daerah serta politik dan pemerintahan umum.
Bima turut mendorong peserta berani menyampaikan masukan apabila menemukan hal yang perlu diperbaiki. Pandangan dan evaluasi dari peserta dinilai dapat menjadi masukan konstruktif bagi Kemendagri sekaligus memperkaya proses pembelajaran mereka.
Dari program Masadagri, Kemendagri menargetkan tiga hal. Peserta diharapkan memperoleh bekal dan pengalaman untuk perjalanan masa depan, mampu mengenalkan fungsi serta pekerjaan Kemendagri kepada masyarakat, dan memberikan masukan, evaluasi serta perspektif konstruktif bagi kementerian.
“Dan nanti pasti selama tiga bulan ini ada program-program di mana kita bisa ngobrol dengan lebih santai,” tandas Bima.
Jurnalis : Syamsul Bahri
Editor : Supriadi Buraerah













