JAKARTA, INSERTRAKYAT.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) merealisasikan 95,52 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 dari pagu yang dapat digunakan. Laporan keuangan tersebut telah memasuki tahap pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelum opini resmi diterbitkan pada 16 Juli 2026.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan capaian tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (15/7/2026). Menurutnya, pengelolaan APBN menjadi instrumen penting untuk memastikan belanja negara tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Rapat kerja ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan DPR untuk memastikan bersama bahwa setiap rupiah anggaran negara dikelola secara akuntabel, tepat sasaran, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Kementerian Pariwisata melaporkan kondisi keuangan tetap sehat dengan struktur aset yang kuat serta didukung pendanaan pemerintah sesuai ketentuan pengelolaan keuangan negara.
Realisasi anggaran berdasarkan satuan kerja mencapai 95,92 persen. Angka tersebut terdiri atas Satuan Kerja Pusat sebesar 97,74 persen, Politeknik Pariwisata sebesar 93,66 persen, dan Badan Pelaksana Otorita sebesar 90,66 persen dari pagu APBN 2025 sebesar Rp1,48 triliun.
Lebih lanjut, Widiyanti menjelaskan laporan keuangan penggunaan APBN Tahun Anggaran 2025 telah diserahkan kepada BPK pada awal Februari 2026. Kementerian Pariwisata dijadwalkan menerima opini hasil pemeriksaan pada 16 Juli 2026.
Kementerian Pariwisata juga menyampaikan perkembangan sektor pariwisata yang masih tumbuh positif sepanjang 2026. Selama Januari-Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,07 juta kunjungan atau meningkat 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara (average spending per arrival/ASPA) pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 1.345,61 dolar AS atau setara Rp22,68 juta. Capaian tersebut mendorong devisa pariwisata tumbuh 6,30 persen menjadi 4,05 miliar dolar AS.
Untuk perjalanan wisatawan nusantara mencapai 523,22 juta perjalanan atau meningkat 2,86 persen. Kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) pada triwulan I 2026 berada pada kisaran 4,01-5,00 persen, sedangkan realisasi investasi mencapai Rp25,34 triliun atau meningkat 76,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata terus berada pada jalur yang mendukung pencapaian target pembangunan tahun 2026 dan menjadi landasan untuk mencapai target yang lebih tinggi pada tahun 2027,” tegas Menpar Widiyanti.
(LF.Nur.Syam).


































