Untuk Proyek Raksasa Asta Cita Prabowo, bertajuk “Gizi Gratis” dengan menggunakan gelontoran anggaran negara,  menuai dukungan di Tanjab Barat. Masyarakat bilang, khusus MBG, sangat membantu menekan pengeluaran ekonomi mereka sehari – hari.”


TANJAB BARAT, INSERTRAKYAT.COM Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR;), kian dicurigai “diam” atas kondisi yang dialami warga Sabar (51) tahun, di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab) , Provinsi Jambi, Jumat, (3/4/2026). Presiden Prabowo Subianto pun diharapkan dapat menyikapi, ketimpangan sosial yang terjadi di tengah Masyarakat.

Adapun diketahui Warga Parit Andin, Desa Lumahan, Kecamatan Senyerang, Tanjab Barat, sejak lama mendorong perhatian Pemerintah Provinsi Jambi terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya pemenuhan hak dasar warga negara.

Disana, terdapat suatu kondisi rumah tidak layak huni sehingga membutuhkan perhatian pemerintahan. Di rumah tersebut  Sabar (berkeluarga) menceritakan kondisi sosial mereka.  Dari cerita (rakyat ini,-red) setidaknya, menjadi gambaran bersar, bahwa masih adanya kesenjangan kesejahteraan yang perlu di sikapi secara bersama – sama. Selain itu, di sana juga terungkap, kebutuhan pendidikan tiga anak dari Sabar, kian mendesak. Realita ini menyingkap catatan buram pada lini pendidikan. Masih terdapat pemenuhan hak anak usia sekolah yang belum optimal.

BACA JUGA :  Pemdes Leboh Salur BLT Bulan April 2026 untuk 28 KPM

Organ Dinas Pendidikan Tanjab pernah dicoba dihubungi, namun zero tanggapan.

Lebih jauh diwartakan untuk saat ini masyarakat mewakili Pemerintah dan DPR secara terpaksa menyuarakan kepentingan rakyat di sana.

Itupun hal ihwal belum mendapatkan tanggapan, baik dari para pejabat tingkat daerah maupun Prabowo Subianto yang kini menduduki posisi jabatan tertinggi selaku Kepala Negara Kesatuan Republik Indonesia RI 1 di Istana Negara kota Jakarta.

Ditempat terpisah, Sabar sebelumnya menyampaikan bahwa keterbatasan ekonomi membuat keluarganya kesulitan memperbaiki tempat tinggal dan memenuhi kebutuhan pendidikan anak mereka. Sementara UUD mewajibkan setiap anak menempuh dan mendapatkan pendidikan;

Dirinya lalu berharap adanya intervensi pemerintah melalui program yang telah diatur dalam peraturan perundang -undangan.

“Berat hati sebenarnya, namun kami berharap pemerintah dapat hadir melalui program bantuan yang memang menjadi hak masyarakat, baik untuk perbaikan rumah maupun dukungan pendidikan anak,” ujarnya di rumah yang dalam kondisi seadanya.

BACA JUGA :  Power Rangers Merah Nyata di Bumi Panrita Kitta, Program MBG Hadirkan Kreativitas untuk Siswa Sinjai

Senada dengan itu, Masyarakat menilai pemenuhan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal layak dan akses pendidikan merupakan bagian dari tanggung jawab negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memastikan bantuan sosial berjalan tepat sasaran dan merata sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar AR kepada Wartawan di Tanjab.

“Dukungan pendidikan juga penting agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan hak belajar yang layak,” sambung AR seraya memberikan pertanyaan “2029” Masih layak di piliih jadi Presiden?”. Pertanyaan ini, kini mulai mejadi kuis Masyarakat Nasional.

Selebihnya Masyarakat menyinggung boptimalisasi program bantuan sosial. Menurut Masyarakat mereka khwatir ada parit yang memutus akasek Bantuan Negara kepada warga yang berhak.

Prabowo Subianto pun diharapkan menyikapi persoalkan tersebut di Provinsi Jambi jembatan antarabangsa merupakan kebijakan penuh bagi Kepala Negara.

BACA JUGA :  Prof. Dr. Sutan Soroti Polemik MBG, Zulhas : Mencret Gegara Minum Susu

Harapan Masyarakat, agar bantuan negara kembali menjangkau seluruh warga yang berhak. Mereka juga mendorong pemerintah daerah untuk melakukan verifikasi dan penyaluran bantuan secara transparan dan akuntabel.

Masyarakat berharap kehadiran pemerintah provinsi dapat dirasakan secara aktif melalui kebijakan yang berpihak pada masyarakat khususnya  komunitas rentan, sehingga kesejahteraan sosial di wilayah tersebut dapat meningkat secara berkelanjutan, bunyi pernyataan dan harapan masyarakat yang berhasil dirangkum Tim Liputan InsertRakyat.com.

Sementara untuk Proyek Raksasa Asta Cita Prabowo, bertajuk “Gizi Gratis” dengan menggunakan gelontoran anggaran negara,  menuai dukungan di Tanjab Barat. Masyarakat bilang, khusus MBG, sangat membantu menekan pengeluaran ekonomi mereka sehari – hari. “Kalau MBG, mah, sangat membantu, ucapan ini bentuk terimakasih kami kepada Presiden, dan pemerintah daerah, MBG sangat membantu,” ulang Masyarakat yang juga Sabar menunggu perhatian Prabowo pada Implementasi Bansos dan Hunian Layak.

Jurnalis: Apriandi Tj.
Editor : Tim Redaksi

Dapatkan Berita Terbaru di WhatsApp! 

WhatsApp INSERTRAKYAT channel