AGAM, INSERTRAKYAT.com — Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia melalui pengembangan pengetahuan, pembentukan karakter, dan penanaman nilai-nilai kehidupan. Karena itu, setiap fase dalam perjalanan belajar, termasuk masa pengenalan lingkungan madrasah, memiliki peran penting untuk membangun kebiasaan positif, menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab, serta membekali peserta didik dengan kecakapan hidup yang akan menjadi bekal di masa depan.

Berangkat dari semangat tersebut, MTsN 3 Agam memanfaatkan pelaksanaan Masa Ta’aruf Madrasah (Matamuda) sebagai ruang pembelajaran awal bagi peserta didik baru. Memasuki hari kedua pada Selasa (14/7/2026), siswa tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan madrasah, tetapi juga memperoleh pembekalan mengenai pola hidup sehat, kesadaran hukum, dan disiplin berlalu lintas sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Pendekatan itu bagian dari tujuan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, serta bertanggung jawab.

BACA JUGA :  230 Murid Baru SRT Sinjai Ikuti MPLS 2026 Menuju Generasi Unggul

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh Tim Puskesmas IV Koto. Materi tersebut mengajak peserta didik memahami bahwa kesehatan merupakan prasyarat penting bagi tumbuh kembang dan keberhasilan belajar.

Selain menjaga kebersihan diri dan lingkungan, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan membangun pola hidup sehat sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Pada sesi berikutnya, Wakapolsek IV Koto, IPTU Kasnizul, memberikan materi tentang pengenalan hukum dan tata tertib berlalu lintas. Pembekalan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa menaati aturan bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan cerminan sikap disiplin dan kepedulian terhadap keselamatan bersama.

BACA JUGA :  230 Murid Baru SRT Sinjai Ikuti MPLS 2026 Menuju Generasi Unggul

Para peserta juga diingatkan mengenai berbagai risiko pelanggaran, seperti tidak menggunakan helm, mengabaikan rambu lalu lintas, hingga berkendara secara ugal-ugalan. Melalui pemahaman tersebut, siswa diharapkan mampu mengambil keputusan yang bijak dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala MTsN 3 Agam, Dr. Hj. Ridha Albiy, S.Pd.I., M.Pd, mengatakan Matamuda merupakan bagian dari proses pendidikan yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai positif sejak peserta didik pertama kali memasuki lingkungan madrasah.

“Melalui materi yang diberikan, kita ingin menanamkan nilai hidup sehat, disiplin, dan tanggung jawab kepada peserta didik agar menjadi generasi yang unggul dan berkarakter,” ujarnya.

BACA JUGA :  230 Murid Baru SRT Sinjai Ikuti MPLS 2026 Menuju Generasi Unggul

Menurutnya, ilmu pengetahuan akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila berjalan beriringan dengan karakter yang baik. Oleh karena itu, pembiasaan hidup sehat, disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi bagian dari kepribadian peserta didik.

Melalui Matamuda, MTsN 3 Agam berharap setiap peserta didik mampu mengembangkan potensi akademik sekaligus menginternalisasi nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi bekal dalam berinteraksi di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat. Pendidikan yang bermakna tidak hanya melahirkan peserta didik yang cerdas, tetapi juga pribadi yang berintegritas, berempati, dan bertanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.

(dion/dion)