PASAMAN BARAT, InsertRakyat.com — Membaca nyaring mulai menjadi rutinitas di TK Al-Mukhlisin Ujung Gading. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi TBM Pondok Buku Olalaa dengan TK Al-Mukhlisin sebagai tindak lanjut pelaksanaan Kelompok Belajar (Kombel) Guru Membaca Nyaring.

Mulai Kamis, 8 Oktober 2026, kegiatan membaca nyaring dilaksanakan setiap Kamis sebelum pembelajaran dimulai. Setelah senam bersama, guru di masing-masing kelas membacakan cerita kepada anak-anak selama maksimal 10 menit.

Suasana membaca nyaring berlangsung sederhana, tetapi mendapat antusiasme dari anak-anak. Para guru mulai mempraktikkan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti Kombel Guru Membaca Nyaring, sementara anak-anak menyimak cerita yang dibacakan guru mereka.

Founder TBM Pondok Buku Olalaa, Sumira Putri, S.Pd., mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pengembangan dari program TBM Olalaa Goes to School.

“Kalau sebelumnya kegiatan membaca nyaring lebih banyak dilakukan oleh TBM Olalaa bersama anak-anak, sekarang kami mendorong guru untuk menjadi pembaca nyaring di kelasnya sendiri,” kata Sumira.

Menurutnya, proses tersebut telah dimulai sejak September 2026 melalui Kombel Guru Membaca Nyaring. Setelah mengikuti kegiatan, guru mempraktikkan membaca nyaring di kelas masing-masing, kemudian mendapatkan review dan umpan balik untuk meningkatkan keterampilan mereka.

Mulai Oktober, atas inisiatif Kepala TK Al-Mukhlisin, Bunda Dina, praktik membaca nyaring tersebut dikembangkan menjadi kegiatan rutin setiap Kamis.

“Harapannya, anak-anak memiliki pengalaman yang menyenangkan ketika berinteraksi dengan buku. Guru juga terus berlatih sehingga membaca nyaring tidak hanya menjadi kegiatan sesekali, tetapi menjadi bagian dari keseharian di kelas,” ujar Sumira.

Buku yang digunakan dalam kegiatan tersebut berasal dari koleksi bahan bacaan bermutu TBM Pondok Buku Olalaa. Sebagian koleksi itu merupakan bantuan 1.000 buku dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) pada 2024.

Sumira mengatakan, pemanfaatan buku tidak cukup hanya dengan menempatkannya di ruang baca. Buku perlu dibawa lebih dekat kepada anak dan digunakan dalam berbagai kegiatan yang memungkinkan mereka berinteraksi langsung dengan bacaan.

“Buku-buku itu jangan hanya menjadi koleksi di rak. Kami ingin buku benar-benar digunakan dan hadir dalam pengalaman membaca anak,” katanya.

Melalui kolaborasi dengan TK Al-Mukhlisin, TBM Pondok Buku Olalaa mendorong pemanfaatan bahan bacaan bermutu secara lebih luas. Di sisi lain, guru memperoleh ruang untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan membaca nyaring.

Program tersebut diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi guru, anak, dan TBM. Guru berlatih, anak-anak memperoleh pengalaman membaca yang menyenangkan, sementara koleksi buku TBM dapat dimanfaatkan secara langsung.

Kolaborasi TBM Pondok Buku Olalaa dan TK Al-Mukhlisin Ujung Gading pun menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan buku kepada anak sejak usia dini.

“Buku yang baik tidak cukup disimpan di rak. Buku perlu dibaca, dibicarakan, dan dihadirkan dalam keseharian anak,” tambah Sumira.

Penulis: Fitrah Helmy
Editor: Muhammad Subhan

InsertRakyat.com di WhatsApp
Ikuti berita terbaru langsung melalui WhatsApp.
TR Fahsul Falah — InsertRakyat.com
Memuat berita...