SINJAI – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Desa Sukamaju bersama aparat TNI setelah Jembatan Limbua di Dusun Bontang, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai hanyut. Kerusakan jembatan yang terjadi saat hujan mengguyur pada 4 Juni 2026 itu mendorong warga dan personel TNI untuk bergerak cepat membuka jalur alternatif demi menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.
Jembatan sepanjang kurang lebih enam meter tersebut selama ini menjadi urat nadi penghubung antara Desa Sukamaju dan Desa Era Baru. Putusnya akses itu berdampak langsung terhadap mobilitas warga, mulai dari aktivitas pendidikan, pertanian, perdagangan, hingga berbagai kebutuhan sosial lainnya yang mengandalkan jalur tersebut.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Sukamaju bersama Koramil Tellulimpoe dan masyarakat setempat berinisiatif membangun akses darurat bagi pejalan kaki. Langkah ini dilakukan sebagai solusi sementara sembari menunggu adanya penanganan permanen dari pihak terkait.
Kegiatan gotong royong yang digelar pada Jumat (12/6/2026) berlangsung penuh antusiasme. Warga dari berbagai kalangan tampak bahu-membahu bersama aparat TNI mengerjakan jalur alternatif yang diharapkan dapat memulihkan konektivitas antarwilayah yang sempat terputus akibat ambruknya jembatan.
Melalui aparat desa, Kepala Desa Sukamaju, Asrul Arkan, S.Pd, mengapresiasi keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan aparat yang telah menunjukkan kepedulian terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, pembangunan jalur alternatif menjadi langkah mendesak agar aktivitas warga tetap dapat berjalan.
“Untuk sementara kami membuka akses atau jalur alternatif agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dan melintas dengan aman,” ujarnya, Jum’at (12/6).
Desa Sukamaju sendiri terdiri atas empat dusun yang sebagian aktivitas masyarakatnya bergantung pada keberadaan Jembatan Limbua. Karena itu, kerusakan jembatan tidak hanya berdampak pada akses transportasi, tetapi juga berpotensi menghambat roda perekonomian dan pelayanan masyarakat.
Di tengah upaya penanganan darurat tersebut, muncul harapan besar dari masyarakat terkait pembangunan kembali Jembatan Limbua. Sejumlah warga mempertanyakan kemungkinan jembatan tersebut dapat memperoleh perhatian melalui Program Jembatan Garuda Merah Putih, sebuah program yang digagas TNI untuk membantu pembangunan maupun rehabilitasi jembatan di berbagai daerah yang membutuhkan.
Program tersebut diketahui bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pemerataan pembangunan, khususnya pada daerah yang mengalami keterbatasan akses akibat kerusakan infrastruktur. Kehadiran program ini dinilai mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kendala mobilitas akibat jembatan rusak atau tidak layak digunakan.
Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian apakah Jembatan Limbua akan masuk dalam skala prioritas Program Jembatan Garuda Merah Putih. Tingginya harapan masyarakat terhadap program tersebut menunjukkan betapa pentingnya keberadaan jembatan tersebut bagi kehidupan sehari-hari warga.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Komandan Kodim 1424/Sinjai terkait kemungkinan pembangunan kembali Jembatan Limbua melalui program Garuda Merah Putih tersebut.
Sementara itu, jalur alternatif hasil gotong royong warga dan TNI diharapkan mampu menjadi solusi sementara yang efektif, sehingga aktivitas masyarakat antara Desa Sukamaju dan Desa Era Baru tetap berjalan lancar sembari menantikan realisasi pembangunan jembatan yang lebih permanen. (Red).









