Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan anggaran Rp33,2 miliar untuk TMMD 2026 guna mempercepat pembangunan desa, menekan angka kemiskinan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah”
SRAGEN, INSERTRAKYAT.COM– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan, memperkuat perekonomian desa, sekaligus mendukung pencapaian target Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jawa Tengah 2026 dengan dukungan anggaran Rp33 miliar lebih.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn.) Ahmad Luthfi melalui amanat yang dibacakan Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, saat membuka TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Desa Majenang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Rabu (15/7/2026).
Dalam amanatnya, Gubernur menegaskan TMMD telah menjadi salah satu instrumen pembangunan yang memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan desa.
“TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kolaborasi yang erat antara TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa. Selama 45 tahun, program ini telah menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kesengkuyungan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada TNI atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendukung pembangunan di Jawa Tengah,” demikian amanat Gubernur.
Pemprov Jawa Tengah pada 2026 mengalokasikan dukungan anggaran sebesar Rp33,2 miliar untuk pelaksanaan TMMD melalui sinergi bersama TNI AD dan pemerintah kabupaten/kota. Program tersebut diarahkan untuk mempercepat pembangunan di kawasan perdesaan, wilayah terisolasi, daerah tertinggal, hingga kawasan perkotaan yang masih menghadapi persoalan kemiskinan.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan nonfisik di bidang kesehatan, pendidikan, dan bela negara.
Gubernur optimistis kolaborasi lintas sektor akan memperkuat pembangunan desa sekaligus mendukung target RKPD Jawa Tengah Tahun 2026.
“Melalui kesengkuyungan seluruh komponen bangsa, saya optimistis TMMD Reguler ke-129 dan Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 akan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa dan kelurahan, sekaligus mendukung pencapaian target RKPD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, yaitu menurunkan angka kemiskinan di angka 8,70%–8,53% dan mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5,00%–6,00%, sebagai bekal menyongsong bonus demografi dan Indonesia Emas 2045,” bunyi amanat tersebut.
Sementara itu, Komandan Kodim 0725/Sragen, Letkol Inf Dindin Rohidin, S.IP menjelaskan, TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Majenang akan berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Program fisik yang dikerjakan meliputi pembangunan jalan cor blok sepanjang 400 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 12 sentimeter, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembangunan lima unit jamban sehat.
Di bidang nonfisik, TMMD menghadirkan penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan keluarga, pencegahan stunting, Posyandu, pencegahan penyakit tidak menular, pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, bahaya narkoba, hingga penyuluhan di sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan pembinaan mental rohani.
Usai upacara pembukaan, panitia menyerahkan paket sembako kepada warga lanjut usia dan masyarakat prasejahtera sebagai bagian dari rangkaian kegiatan TMMD.
(Agus kemplu).
































