MENTERI Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia. Selain menjadi pusat pendidikan Islam dan pembentukan karakter masyarakat desa, pesantren juga tercatat sebagai bagian penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Hal itu disampaikan Yandri saat menghadiri Prosesi Wisuda Kelas Akhir Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (14/6/2026).

Menurut Yandri, eksistensi pesantren telah teruji oleh waktu karena keberadaannya bahkan telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Lembaga pendidikan berbasis keagamaan tersebut dinilai konsisten memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, baik dalam bidang pendidikan maupun perjuangan kebangsaan.

“Kami meyakini bahwa lembaga pondok pesantren sudah teruji sepanjang republik ini ada, bahkan sebelum republik ini ada. Karena pondok pesantren dan madrasah telah berdiri sebelum Indonesia merdeka serta memberikan kontribusi terbaiknya bagi kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Yandri.

Mantan Wakil Ketua MPR RI itu menuturkan, sejarah mencatat pesantren menjadi salah satu kekuatan yang menggerakkan perjuangan rakyat melalui lahirnya Fatwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 di Surabaya. Fatwa tersebut menjadi pemantik semangat para santri untuk turun langsung mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Tanah Air.

Lebih lanjut, Yandri menilai pesantren hingga kini tetap memegang fungsi fundamental sebagai penjaga moral dan benteng nilai-nilai keagamaan di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

Karena itu, ia berharap lembaga pesantren terus mampu beradaptasi dengan perkembangan era modern tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi fondasi utamanya.

“Kita doakan pondok pesantren terus menjadi kebanggaan kita semua, walaupun ada oknum-oknum pondok pesantren yang mencederai nilai-nilai mulia pondok pesantren hari ini,” katanya.

Yandri menjelaskan, keunggulan pesantren terletak pada sistem pendidikan yang menyeluruh. Tidak hanya membekali santri dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak, kedisiplinan, serta karakter kebangsaan melalui pembinaan yang berlangsung selama 24 jam.

Menurutnya, model pendidikan seperti itu menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan modernisasi yang kerap membawa pengaruh negatif bagi generasi muda.

Ia juga menegaskan bahwa pesantren selama ini konsisten menanamkan nilai toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, serta semangat hidup rukun dalam keberagaman.

Selain itu, pesantren dinilai memiliki peran penting dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif globalisasi dan penetrasi budaya asing yang tidak sejalan dengan nilai agama maupun budaya bangsa.

“Padahal ribuan pondok pesantren di republik ini, alhamdulillah tetap komitmen, tetap mempunyai dedikasi luar biasa untuk memastikan sumber daya manusia, dari sisi karakter, kemudian komitmen kebangsaannya itu melampaui lembaga pendidikan yang lain,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim, Bupati Mojokerto sekaligus Ketua Yayasan Ponpes Amanatul Ummah Muhammad Al Barra (Gus Barra), serta Staf Khusus Menteri Desa dan PDT yang juga Kepala Sekolah MTs Istimewa Ponpes Amanatul Ummah, M Afif Zamroni.

(Dayat/Supriadi Buraerah)

Buku-buku karya Muhammad Subhan juga dapat dipesan melalui LINI BUKU Padang. Untuk informasi dan pemesanan, silakan menghubungi admin LINI BUKU di nomor kontak: 0813-6303-840 .

Terima kasih kepada para pembaca yang telah memiliki dan mendukung hadirnya buku-buku ini.