BUKITTINGGI, InsertRakyat.com – Hurriya Rahima Adabi, siswi kelas XII SMAN 1 Bukittinggi, Sumatera Barat, meraih Juara Harapan III (enam besar) cabang Lomba Baca Puisi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Pendidikan Menengah 2026. Pengumuman pemenang disampaikan secara langsung Jumat (9/10/2026) via kanal Zoom dan YouTube Pusat Prestasi Nasional.

Hurriya merupakan putri bungsu dari tiga bersaudara pasangan H. Abzar, S.E., dan Hj. Ade Mulyani, S.E., M.Si. Prestasinya mengharumkan nama Sumatera Barat di tingkat nasional. Ia merupakan siswa binaan Komunitas Seni Kuflet yang berlatih di bawah bimbingan Dr. Sulaiman Juned, M.Sn.

Guru pendamping Hurriya, Fivil Pri Khoira, S.Pd., mengaku bangga atas pencapaian anak didiknya tersebut. Menurut dia, Hurriya mampu menunjukkan kemampuan dalam menghayati dan menyampaikan emosi melalui pembacaan puisi.

“Jadikan pencapaian pada 2026 ini sebagai anak tangga pertama menuju panggung-panggung literasi yang lebih besar. Tetap semangat dalam berkarya,” ujar Fivil.

Atas nama sekolah, Fivil juga menyampaikan terima kasih kepada Sulaiman Juned yang telah melatih dan mendampingi Hurriya hingga mampu meraih prestasi di tingkat nasional.

Hurriya mengaku terharu atas capaian tersebut. Ia bersyukur dapat bersaing dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.

Menurut Hurriya, proses latihan bersama Sulaiman memberikan pengalaman berbeda. Selain menyenangkan dan menarik, latihan tersebut memperkaya pemahamannya tentang puisi dan teknik membacakannya.

“Sejak dilatih beliau, saya sangat berkesan. Latihannya asyik dan menarik. Pak Sulaiman mengajarkan analisis puisi, kemudian melatih gestur, vokal, pernapasan, dan olah rasa. Saya juga belajar tentang kedisiplinan selama mengikuti proses latihan,” ungkapnya.

Ia menilai pemahaman terhadap isi puisi menjadi bekal penting untuk membangun penampilan yang kuat. Baginya, membaca puisi bukan sekadar melafalkan kata-kata, melainkan juga memahami isi dan menyampaikan emosi yang terkandung di dalamnya kepada pendengar.

Dukungan juga datang dari sang ibu, Hj. Ade Mulyani, S.E., M.Si. Ia mengaku bangga terhadap putri bungsunya yang memilih jalur prestasi di bidang seni, khususnya baca puisi.

“Kami berterima kasih dan bangga kepada anak kami. Teruslah belajar dan berlatih tanpa henti. Sebagai orang tua, kami mendukung keinginan Hurriya untuk terus berprestasi,” kata Ade.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan Sulaiman Juned dari Komunitas Seni Kuflet yang telah membina Hurriya hingga meraih prestasi nasional.

Sementara Sulaiman Juned mengatakan, Hurriya layak mendapatkan prestasi tersebut berkat keseriusannya selama menjalani latihan. Menurut sastrawan dan sutradara teater itu, Hurriya menunjukkan semangat belajar dan ketekunan meskipun harus mengikuti metode latihan yang menekankan kedisiplinan.

“Sejak berlatih, Ayya sangat serius dan tidak mudah menyerah. Metode latihan yang saya terapkan memang disiplin. Saya senang dan bahagia mendengar kabar Hurriya menjadi juara. Selamat. Teruslah berlatih untuk selalu menjadi yang terbaik,” ujar pendiri Komunitas Seni Kuflet tersebut.

Prestasi Hurriya menambah catatan keberhasilan pembinaan seni dan sastra yang dilakukan Komunitas Seni Kuflet. Capaian ini sekaligus menunjukkan pentingnya latihan terarah, kedisiplinan, dan pendampingan dalam mengembangkan kemampuan siswa di bidang seni.

Penulis: Soeryadharma Isman
Editor: Muhammad Subhan

TR Fahsul Falah — InsertRakyat.com
InsertRakyat.com Independent News
Memuat berita terbaru...

News