SUATU malam, Raja Harun Ar-Rasyid bermimpi aneh: sapi memakai kacamata, menyanyi dan menari di taman istana. Sapi – sapi itu ekornya cuma tiga, namun kaki berjumlah delapan.
Pagi harinya, ia memanggil Abunawas.
“Abu, apa arti mimpi ini?”
Abunawas menjawab singkat, “Ampun paduka. Bukan sapinya yang bermasalah, Mungkin kita semua yang lupa melihat hal sederhana.”
Raja belum paham. Abunawas lalu menyarankan agar sapi-sapi itu diberi perhatian lebih, bukan sekadar kacamata.
Tiga hari kemudian, sapi-sapi di istana benar-benar dipasangi kacamata. Hasilnya tak terduga. Mereka lebih tenang dan mudah diatur.
Raja heran.
“Apakah mereka jadi melihat lebih jelas?”
Abunawas menjawab tegas,
“Kacamata itu bukan untuk mereka, tapi untuk kita. Kadang manusia perlu cara aneh untuk belajar memahami.”
Raja terdiam. Sejak itu, ia mulai berpikir lebih dalam sebelum mengambil keputusan.
Pesannya sederhana: tidak semua yang terlihat aneh itu salah. Kadang, justru di situlah letak maknanya.
Terlepas dari kisah ini nyata atau tidak, yang penting adalah tetap berpikir jernih dan bersyukur. Semoga cerita ini bisa memberi hiburan sekaligus pelajaran.
Nantikan artikel selengkapnya dengan judul “Raja Gelisah Karena Mimpi Lagi ….. (Kunjungi Insertrakyat.com setiap hari dan temukan berita menarik lainnya : Seputar Informasi Daerah, Peristiwa, dan Nasional; )









