SINJAI, INSERTRAKYAT.COM — Semangat kebangsaan menyala di Kecamatan Sinjai Timur. Tahun ini, animo pelajar untuk mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) meningkat drastis. Berbagai sekolah tingkat atas dan sederajat mengirimkan delegasi terbaiknya untuk ambil bagian dalam momen sakral Hari Kemerdekaan.

Seleksi ketat yang dipimpin langsung oleh pembina berpengalaman, Aiptu Amrullah yang didampingi oleh Sertu Haeril, menjaring pelajar dari berbagai institusi pendidikan. SMA Negeri 3 Sinjai tercatat sebagai penyumbang peserta terbanyak, disusul perwakilan dari SMA Negeri 10 Sinjai, SMK Negeri 3 Sinjai, MA Patalassang, serta sejumlah pondok pesantren ternama seperti Darul Ikhsan Salohe, Wahdah Islamiyah Sinjai, dan Darul Hikmah Lenggo-lenggo.

Proses Seleksi dan Latihan Intensif

Aiptu Amrullah menjelaskan bahwa proses penjaringan peserta dilakukan secara ketat dengan menguji tiga aspek utama, yakni postur tubuh, penguasaan gerakan dasar Peraturan Baris-Berbaris (PBB), serta mental dan ketahanan fisik untuk menghadapi latihan berat.

Baca Juga :  Rakor TPPS Sulsel 2025, Panggung Multi Strategi Atasi Stunting

“Kami menyeleksi mereka dari segi fisik yaitu postur tubuh, gerakan dasar PBB, serta mental dan kemauan mereka untuk berlatih dengan keras,” ujar Aiptu Amrullah saat dikonfirmasi Insertrakyat.com, Senin (27/7).

Para peserta terpilih kini menjalani pemusatan latihan selama kurang lebih dua minggu menjelang hari pelaksanaan upacara. Guna mengantisipasi kelelahan dan menjaga kondisi fisik, tim pelatih menerapkan metode latihan berjenjang. Pemanasan rutin setiap pagi, latihan sikap sempurna secara bertahap selama lima menit, serta peningkatan volume latihan PBB menjadi menu harian para peserta.

Selain fisik, kesehatan anggota Paskibraka menjadi prioritas utama. Panitia bersama Puskesmas setempat rutin memberikan pemeriksaan kesehatan, asupan vitamin, serta makanan tambahan. Para pelatih juga aktif mengingatkan peserta agar senantiasa menjaga keselamatan berlalu lintas, seperti mengenakan helm, menghindari aksi balap liar, istirahat cukup, dan tidak pernah melewatkan sarapan sebelum latihan.

Baca Juga :  DPC Demokrat Sinjai Bersihkan Pantai Bulokkong

Tantangan, Suka Duka, dan Harapan Menjelang Hari H

Menyamakan ritme dan gerakan dari puluhan peserta dengan latar belakang sekolah yang berbeda diakui sebagai tantangan terbesar di lapangan. Terkadang, pelatih harus ekstra sabar menghadapi peserta di barisan belakang yang sulit menyesuaikan gerakan. Kendala lain datang dari semangat peserta yang terlalu tinggi; tidak jarang peserta yang sedang sakit tetap memaksakan diri untuk ikut berlatih.

Meski penuh tantangan, ada ikatan emosional kuat yang terbangun di antara para pelajar. Aksi saling mengenal dan merajut kebersamaan lintas sekolah menjadi suka tersendiri. Namun, ada pula duka kecil yang dirasakan menjelang akhir masa latihan.

Baca Juga :  Masyarakat Perbaiki Jalan Penghubung Sinjai–Bulukumba Secara Swadaya di Lembang Gogoso

“Dukanya ketika selesai latihan, mereka dan kami sebagai pelatih harus berpisah karena tidak bersama-sama lagi. Mereka sudah merasa seperti satu keluarga,” ungkap Aiptu Amrullah. Kendati demikian, rasa lelah tersebut terbayar lunas ketika melihat keberhasilan paskibraka mengibarkan Sang Merah Putih dengan lancar.

Menjelang puncak acara pengibaran bendera, Aiptu Amrullah berpesan kepada seluruh anggota Paskibraka agar senantiasa menjaga kekompakan, konsentrasi penuh, rasa percaya diri, ketenangan, serta semangat juang yang tinggi yang diiringi dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. (**)