Yanuar Abdillah Setiadi, lahir di Purbalingga, Januari 2001. Mukim di Desa Timbang, Kejobong, Purbalingga. Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Alumnus Pendidikan Bahasa Arab di kampus yang sama. Menulis di 50 website Nasional. Tiga buku mutakhirnya berjudul Mengaji Pada Alif (2023), Melihat Lebih Dekat (2024), Wajah Purwokerto: Antara Cinta, Suka dan Duka di Kota Satria (2026). Nominator Terminal Award Mojok.co Yogyakarta tahun 2023. Karyanya termuat di berbagai media.

Baca Juga :  MH370 Tanpa Jejak

Di Pagi Hari

Embun mencuci kecemasanmu
dari malam dan dari bulan.
Di pagi ini,
hatimu kembali bersih
sebelum malam hari
dicuci kembali.

Purbalingga, 2026

Jika Ingin Mabuk Cinta

Minumlah mata air
kebijaksanaan Rumi,
cecaplah mata air
di telaga ilmu Al-Ghazali,
teguklah air lautan Hikam
milik Ibnu Atha’illah.

Purbalingga, 2026

Guruku

Baca Juga :  Yang Sering Kita Abaikan Bernama "Literasi"

Kesejahteraannya dikebiri harapan
sehingga sudah tidak lagi bergairah
untuk mendidik dan mengajar.

Purbalingga, 2026

Kesasar

Ialah alarm alamiah
yang paling dini
agar kau tersadar
dan lekas beranjak
mencoba jalan lain
yang bergairah.

Purbalingga, 2026

Guru di Negeriku

Benih tanaman
yang disiram
api kekuasaan
hingga yang tersisa
hanya abu kekalahan.

Purbalingga, 2026

Baca Juga :  Puisi-Puisi Edi S. Febri

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi
Editor: Ayu K. Ardi

Catatan Redaksi:

BILIK ELIPSIS adalah ruang sastra yang dikelola Majalah Digital elipsis bersama Sekolah Menulis elipsis bekerja sama dengan koran digital InserRakyat.com. Terbit setiap pekan, menayangkan cerpen, puisi, dan esai terkurasi. Kirim naskah ke BILIK ELIPSIS via surel: majalahelipsis@gmail.com.

Follow:  Berita Insertrakyat.com –whatsapp channel

Bilik Elipsis