Sinjai, InsertRakyat.com,— Pemerintah Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, resmi membentuk Koperasi Merah Putih (KMP) sebagai langkah strategis memperkuat perekonomian masyarakat. Musyawarah desa khusus ini digelar pada Rabu, 7 Mei 2025, bertempat di Gedung Serbaguna Desa Terasa.

Acara penting ini dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sinjai, Dr. Drs. Yuhadi Samad, M.Si., perwakilan Dinas Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan Sinjai, serta Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Sinjai.

Selain itu, turut hadir perwakilan Camat Sinjai Barat yakni Kasi Pemerintahan Desa H. Muhammad Harun, S.Sos., Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Terasa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Ketua dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para Kepala Dusun, Ketua Gapoktan, pengurus kelompok tani, serta tokoh masyarakat lainnya. Total peserta yang hadir dalam musyawarah ini mencapai 90 orang.

Baca Juga :  Andai Mas Irfan Belum Ditangkap, Mungkin Besok Jadi Jaksa Agung!

Dalam sambutannya, Kepala Dinas PMD, Yuhadi Samad menekankan sinergi antara pengurus Koperasi Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang telah ada. Menurutnya, koperasi yang baru dibentuk ini diharapkan mampu menjadi mesin penggerak ekonomi desa sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“koperasi ini harus fokus dan dikembangkan, sesuai jenis usahanya. Kopdes, mendukung program pemerintah pusat serta membawa manfaat bagi Masyarakat,” ungkap Kadis Yuhadi, Rabu, (7/5/2025) kemarin.

Ditempat terpisah, hal senada diutarakan oleh Kepala Desa Terasa, Nasse, S.Ag., melalui Sekertaris Desa (Sekdes), Andi Kamaruddin. Menurut dia, Desa Terasa memiliki potensi besar, terutama di sektor pertanian seperti perkebunan atau hasil bumi.

“Potensi ini harus dimanfaatkan. Koperasi menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Harapan kami, pengurus koperasi mampu membaca peluang dan membangun usaha yang bermanfaat bagi masyarakat,” Imbuhnya, Kamis, (8/5/2025).

Baca Juga :  Indonesia Resmi Luncurkan Danantara, Rosan Roeslani Tegaskan Tata Kelola Transparan dan Berintegritas

Berkaca pada Potensi  SDM dan SDA. Desa Terasa Berdasarkan data, memiliki luas wilayah 3.950,17 ha, dengan jumlah penduduk Desa Terasa mencapai 3.294 jiwa, terdiri dari 1.705 laki-laki dan 1.589 perempuan.

Masyarakat di Desa Terasa mayoritas menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Namun khusus generasi, tak sedikit yang memiliki potensi dengan berbagai latar pendidikan perguruan tinggi.

Adapun, Musyawarah Pembentukan Kopdes Merah Putih tersebut, sukses menghasilkan susunan pengurus.

1. Ketua, Ramadhan, S.Kep

2. Wakil Ketua Bidang Usaha, M. Yunus

3. Wakil Ketua Bidang Anggota, Hampir, S.P

4. Sekretaris, A. Muh. Rusdi, SH

5. Bendahara, Karmila, S.Sos

Pembentukan koperasi ini merupakan salah satu upaya aktif Pemerintah Indonesia dalam memberdayakan masyarakat dan menciptakan sistem ekonomi lokal yang mandiri serta berkelanjutan di pelosok desa.

Terbentuknya Kopdes ini, diharapkan ke depan Desa Terasa dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi berbasis koperasi yang berpihak pada kepentingan rakyat. Program ini pun sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan kelembagaan ekonomi desa.

Baca Juga :  Ricuh Pembahasan Aset Nagori Rambung Merah, Pangulu Lari dari Kantor, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan

Koperasi Merah Putih ini diharapkan segera menjalankan program kerja dengan efektif dan tetap berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Sinjai, agar sinergi pembangunan desa dapat berjalan optimal.

Sebelumnya, Kadis PMD Sinjai, Yuhadi Samad saat dikonfirmasi Insertrakyat.com menegaskan bahwa, Pemda Sinjai memusatkan pembentukan Kopdes rampung pada 8 hingga 9 Mei 2025.

“Saat ini dari 80 desa dan kelurahan sudah 58 desa/kelurahan yang telah membentuk kopdes, insya allah direncanakan tgl 8/9 Mei sudah rampung keseluruhan,” tegasnya, Selasa, (6/5/2025).

Yuhadi menambah, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025, yang menekankan percepatan pembentukan Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia. (*).

INSERT RAKYATMAJALAH DIGITAL
FEATURE STORY

Birokrasi · Aparatur · Indonesia 2045

BerAKHLAK Menjiwai Birokrasi TR Fahsul Falah Menuju Indonesia Emas 2045

Perjalanan kedinasan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri, pengembangan kompetensi aparatur, dan nilai dasar ASN dalam kerangka pembangunan nasional.

Cerita TR · Perjalanan Kedinasan

InsertRakyat.com — TR Fahsul Falah menjalani tiga penugasan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri sepanjang 2018–2022, mulai dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendagri Regional Bandung, PPSDM Kemendagri Regional Makassar, hingga Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri. Perjalanan kedinasannya kemudian berlanjut ke bidang strategi kebijakan. Saat ini, Oktober 2026, ia menjabat Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kewilayahan, Kependudukan, dan Pelayanan Publik pada Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri.

Pada 2018–2020, TR bertugas sebagai Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional, Pelaksana, Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, DPRD, dan Lurah di PPSDM Kemendagri Regional Bandung. Pada 2019, ia mengikuti Training of Facilitator untuk Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil dengan Agenda ANEKA. Pada tahun yang sama, ia juga mengikuti pelatihan untuk PNS yang beralih melalui mekanisme inpassing ke jabatan fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah.

Pada 2020, TR mendapat penugasan sebagai Kepala PPSDM Kemendagri Regional Makassar. Wilayah kerja lembaga tersebut mencakup sepuluh provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Salah satu kegiatan pada masa penugasan itu ialah Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan III yang berlangsung pada 15 September hingga 18 Desember 2020 dengan metode blended learning. Pesertanya berasal dari Kabupaten Bone, Bantaeng, dan Bulukumba di Sulawesi Selatan, serta Kabupaten Buton di Sulawesi Tenggara. TR menyampaikan laporan penyelenggaraan pelatihan tersebut.

Pada November 2020, ia juga terlibat dalam evaluasi program dan pembahasan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2021 bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian evaluasi program dan perencanaan anggaran di lingkungan PPSDM Kemendagri Regional Makassar.

Pada 2022, TR mengemban tugas sebagai Sekretaris BPSDM Kemendagri. Penugasan berikutnya membawanya ke BSKDN Kemendagri, tempat ia kini menjabat Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kewilayahan, Kependudukan, dan Pelayanan Publik. Bidang tugas tersebut berkaitan dengan strategi kebijakan pemerintahan dalam urusan kewilayahan, kependudukan, dan pelayanan publik.

Perjalanan kedinasan tersebut berlangsung dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan nasional yang terus berkembang. Sejak kemerdekaan, Indonesia dipimpin oleh presiden dengan agenda, kebijakan, dan tantangan yang berbeda pada setiap masa pemerintahan. Pembangunan nasional berjalan melalui rangkaian keputusan dan program yang dilaksanakan oleh lembaga negara serta aparatur pemerintahan.

Dalam pidato kenegaraan pada 16 Agustus 2016 di hadapan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Presiden RI ke-7 Joko Widodo menyampaikan penghargaan terhadap kontribusi para presiden terdahulu, yakni Presiden RI ke-1 Soekarno, Presiden RI ke-2 Soeharto, Presiden RI ke-3 B.J. Habibie, Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, dan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam pidato kenegaraan pada 15 Agustus 2025, Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto juga menguraikan kontribusi para pemimpin sebelumnya. Presiden RI ke-1 Soekarno dikaitkan dengan pembentukan Republik Indonesia, upaya mempertahankan keutuhan wilayah, dan integrasi Irian Barat ke dalam NKRI. Pada masa Presiden RI ke-2 Soeharto, agenda pemerintahan mencakup pembangunan ekonomi, swasembada pangan, dan industrialisasi.

Presiden RI ke-3 B.J. Habibie memimpin Indonesia ketika negara menghadapi krisis multidimensi pada 1998, termasuk persoalan stabilitas ekonomi dan pengembangan teknologi. Pada masa Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, stabilitas nasional serta hubungan antarkelompok masyarakat menjadi bagian dari dinamika pemerintahan. Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri memimpin pada masa pemulihan ekonomi dan penguatan kelembagaan negara, termasuk menjelang pelaksanaan pemilihan presiden secara langsung pada 2004.

Pada masa Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah menangani penyelesaian konflik Aceh dan menghadapi krisis keuangan global. Presiden RI ke-7 Joko Widodo menempatkan pembangunan infrastruktur, hilirisasi, dan penanganan pandemi Covid-19 sebagai bagian penting dari agenda nasional. Sementara itu, Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto mengangkat ketahanan pangan, pembangunan sumber daya manusia, peningkatan kesejahteraan, dan pencapaian Indonesia Emas 2045 sebagai agenda pembangunan.

Pelaksanaan agenda nasional tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintahan. Aparatur sipil negara (ASN) menjalankan tugas sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing, mulai dari perencanaan, pelaksanaan program, pengelolaan administrasi dan anggaran, hingga pelayanan kepada masyarakat. Di tingkat pusat maupun daerah, pekerjaan aparatur menjadi bagian dari proses pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Nilai dasar ASN

Dalam penyelenggaraan tugas tersebut, nilai dasar ASN BerAKHLAK menjadi pedoman perilaku aparatur. Nilai ini ditetapkan melalui Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2021. BerAKHLAK mencakup tujuh nilai dasar, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, dengan semboyan “Bangga Melayani Bangsa”.

Berorientasi Pelayanan menekankan pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui pelayanan yang sesuai ketentuan. Akuntabel berkaitan dengan tanggung jawab atas pelaksanaan tugas, penggunaan kewenangan, dan pengelolaan sumber daya. Kompeten menekankan penguasaan pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan. Harmonis berkaitan dengan penghormatan terhadap perbedaan dan hubungan kerja yang baik.

Loyal berarti memegang teguh Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta pemerintahan yang sah sesuai ketentuan. Adaptif berkaitan dengan kemampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan. Kolaboratif menekankan kerja sama antarpihak dalam pelaksanaan tugas dan pencapaian tujuan organisasi.

Ketujuh nilai tersebut menjadi bagian dari kerangka perilaku ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan. Penerapannya berkaitan dengan tata cara memberikan pelayanan, mempertanggungjawabkan pekerjaan, meningkatkan kompetensi, menjaga hubungan kerja, memegang teguh ketentuan, menyesuaikan diri dengan perubahan, serta membangun kerja sama.

Dalam perjalanan kedinasan TR Fahsul Falah, penugasan di PPSDM Kemendagri Regional Bandung, PPSDM Kemendagri Regional Makassar, Sekretariat BPSDM Kemendagri, dan BSKDN Kemendagri tercatat dalam rentang tugas yang berbeda. Masing-masing berada pada lingkungan kerja dengan ruang lingkup tanggung jawab yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi aparatur, administrasi kelembagaan, dan strategi kebijakan pemerintahan.

Indonesia Emas 2045 merupakan sasaran pembangunan jangka panjang yang mencakup berbagai bidang, termasuk sumber daya manusia, perekonomian, tata kelola pemerintahan, dan pelayanan publik. Pencapaiannya melibatkan peran pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga negara, dunia usaha, dan masyarakat. Dalam lingkup pemerintahan, ASN menjalankan tugas sesuai kedudukan, kewenangan, dan tanggung jawabnya.

Nilai dasar BerAKHLAK menjadi salah satu pedoman bagi ASN dalam melaksanakan tanggung jawab tersebut. Semboyan “Bangga Melayani Bangsa” melekat pada agenda penguatan budaya kerja aparatur, sedangkan pelaksanaan tugas sehari-hari berlangsung melalui prosedur, program, koordinasi, dan pertanggungjawaban sesuai ketentuan. Dalam kerangka pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, birokrasi menjadi bagian dari pelaksanaan agenda nasional melalui pekerjaan aparatur di setiap tingkat pemerintahan.

Penulis: Muhammad Subhan

Editor: Supriadi buraerah

INSERT RAKYATMAJALAH DIGITAL · MOBILE EDITION
TR Fahsul Falah — InsertRakyat.com

Literasi

Bilik Elipsis | InsertRakyat.com

Bilik Elipsis

Sastra, sajak, cerita, dan apresiasi karya.

Karya Pilihan

Ruang Sastra