JAKARTA, INSERTRAKYAT.com Pemerintah memastikan fondasi perekonomian Indonesia tetap kokoh di tengah tekanan ekonomi global yang masih membayangi. Senin  (7/6). Di tengah beragam spekulasi mengenai potensi perlambatan ekonomi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak berada di ambang krisis. Stabilitas fiskal, daya tahan ekonomi, dan pengelolaan keuangan negara disebut masih berada dalam koridor yang sehat dan terkendali.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya untuk penegasan pemerintah bahwa berbagai indikator makroekonomi masih memberikan ruang optimisme terhadap prospek ekonomi nasional.

“Perekonomian kita terus bergerak membaik. Memang masih ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis. Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan akan terus diperbaiki,” ujar Purbaya di Jakarta.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak lahir dari angka statistik semata, melainkan merupakan akumulasi aktivitas ekonomi masyarakat yang terus bergerak. Karena itu, pemerintah terus mengarahkan berbagai kebijakan untuk memperkuat sektor riil agar pertumbuhan ekonomi mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah juga menjaga inflasi tetap berada dalam rentang yang terkendali. Adapun pelemahan nilai tukar rupiah dinilai lebih banyak dipengaruhi dinamika sentimen pasar global daripada perubahan fundamental ekonomi domestik. Untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, pemerintah terus memperkuat koordinasi bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Menkeu juga memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada pada jalur yang sehat. Disiplin fiskal, kata dia, masih menjadi pijakan utama pemerintah dalam menjaga kredibilitas pengelolaan keuangan negara.

Defisit APBN dipastikan tetap berada di bawah ambang batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara rasio utang pemerintah masih berada pada level yang relatif rendah dibandingkan banyak negara lain.

“Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen. Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang pruden,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan berbagai program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, Purbaya menegaskan pemerintah tidak berhenti melakukan evaluasi agar implementasinya semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran. Menurutnya, setiap program berskala besar selalu menghadapi tantangan pada fase awal sehingga penyempurnaan merupakan bagian dari proses yang terus berjalan.

Pemerintah, lanjutnya, telah melakukan berbagai langkah efisiensi anggaran, memperkuat sistem pengawasan, serta meningkatkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga pelaksana agar setiap rupiah uang negara digunakan secara akuntabel.

“Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Yang terpenting adalah setiap kelemahan segera diperbaiki dan pengawasannya diperkuat,” katanya.

Dalam setiap pembahasan kebijakan strategis di tingkat kabinet, Kementerian Keuangan juga secara konsisten menyampaikan analisis risiko fiskal beserta implikasi anggaran sebagai bahan pertimbangan Presiden sebelum mengambil keputusan. Setiap kebijakan, menurut Purbaya, diputuskan melalui proses pembahasan bersama dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, serta kapasitas fiskal negara.

Pada saat yang sama, reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Keuangan terus diperketat. Pemerintah menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik penyimpangan, khususnya di sektor perpajakan dan kepabeanan. Penguatan sistem pengawasan, rotasi pegawai, hingga penindakan terhadap aparatur yang menyalahgunakan kewenangan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat integritas institusi sekaligus mengamankan penerimaan negara.

“Penyelewengan pasti ada risikonya di setiap organisasi. Yang terpenting adalah mengendalikannya, menindak pelakunya, dan terus memperbaiki sistem agar semakin bersih,” Kunci Menkeu. (Syamsul).