YOGYAKARTA, INSERTRAKYAT.com – Pemerintah terus memperkuat kesiapan infrastruktur transportasi sebagai bagian dari strategi nasional menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2027. Selain meningkatkan kapasitas jaringan jalan, pemerintah juga memastikan setiap ruas tol yang akan dioperasikan memenuhi aspek keselamatan, kelancaran lalu lintas, serta memberikan manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan sistem transportasi jalan yang tertib, aman, selamat, lancar, dan terpadu sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain itu, penyelenggaraan jalan tol juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, yang menegaskan bahwa pembangunan dan pengoperasian jalan harus mendukung konektivitas nasional, meningkatkan efisiensi distribusi, serta menjamin keselamatan pengguna jalan.

BACA JUGA :  Kemenhub Intensifkan Ramp Check Moda Transportasi Jelang Nataru 2025/2026

Sebagai implementasi dari kebijakan tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bersama PT Jasa Marga meninjau kesiapan operasional Jalan Tol Prambanan–Purwomartani pada Jumat (3/7). Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh aspek teknis maupun manajemen lalu lintas siap mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun depan.

Fokus utama peninjauan diarahkan pada kesiapan flyover exit Purwomartani agar dapat difungsikan dua arah selama periode arus mudik maupun arus balik. Skema ini diproyeksikan menjadi solusi dalam mengurai kepadatan kendaraan yang selama ini terjadi di ruas Jalan Nasional Solo–Yogyakarta saat musim libur panjang.

BACA JUGA :  KEMENHUB: BUS WAJIB BERIZIN DAN LAIK JALAN, INSIDEN BUS ALS DIPROSES TEGAS

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, mengatakan hasil peninjauan menunjukkan progres pembangunan yang dilaksanakan PT Jasa Marga telah memenuhi persyaratan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), yang menjadi salah satu instrumen penting dalam penyelenggaraan jalan tol.

“Setelah kami melihat langsung di lapangan, progres pembangunan yang dilaksanakan oleh Jasa Marga telah memenuhi persyaratan Analisis Dampak Lalu Lintas sebagai salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan jalan tol,” ujar Aan dalam siaran pers kepada Insertrakyat.com.

Menurutnya, pengoperasian ruas Tol Prambanan–Purwomartani nantinya akan memberikan alternatif perjalanan yang lebih efisien sekaligus mengurangi beban lalu lintas di jalur nasional Solo–Yogyakarta.

“Kami berharap beroperasinya tol ini dapat mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat dengan mengalihkan sebagian arus kendaraan dari jalan nasional menuju flyover Purwomartani–Candi Boko,” katanya.

BACA JUGA :  DIRJEN PERHUBUNGAN DORONG EKOSISTEM EV UNTUK KESELAMATAN JALAN RAYA

Dengan target operasional pada periode Lebaran 2027, flyover exit Tol Purwomartani diharapkan mampu mendukung kelancaran arus mudik dan balik, meningkatkan keselamatan serta kenyamanan perjalanan masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kawasan penyangga di Jawa Tengah.

Sinergi antara pemerintah dan badan usaha jalan tol diharapkan mampu menghadirkan pelayanan transportasi yang semakin berkualitas, sehingga perjalanan masyarakat pada momentum Lebaran dapat berlangsung lebih aman, tertib, nyaman, dan efisien, sejalan dengan cita-cita pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada keselamatan dan pelayanan publik.

(Agy). Follow berita Insertrakyat di tiktok – whatsapp channel

Buku-buku karya Muhammad Subhan juga dapat dipesan melalui LINI BUKU Padang. Untuk informasi dan pemesanan, silakan menghubungi admin LINI BUKU di nomor kontak: 0813-6303-840 .

Terima kasih kepada para pembaca yang telah memiliki dan mendukung hadirnya buku-buku ini.