JAKARTA, INSERTRAKYAT.com – Industri kerajinan nasional terus diproyeksikan menjadi salah satu pilar ekonomi kreatif yang mampu memperkuat daya saing Indonesia di pasar internasional. Selain menjadi ruang pelestarian budaya, sektor ini juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan nilai tambah produk lokal.
Senada, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif, yang menempatkan pengembangan ekonomi kreatif sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan kekayaan budaya bangsa.
Lalu komitmen memperluas daya saing produk kerajinan Indonesia kembali ditegaskan Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas yang akan digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Hal tersebut disampaikan Tri saat menghadiri Konferensi Pers HUT ke-46 Dekranas Tahun 2026 di Kantor Pusat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Menurut Tri, persiapan pelaksanaan kegiatan telah mencapai sekitar 90 persen. Kota Makassar dipilih sebagai tuan rumah karena sejak awal menyatakan kesiapan menjadi mitra penyelenggara sekaligus dinilai memenuhi prinsip pemerataan pelaksanaan kegiatan nasional.
Selain itu, penyelenggaraan di Makassar juga menjadi bagian dari upaya memperluas representasi kawasan Indonesia timur, setelah pelaksanaan sebelumnya berlangsung di wilayah barat dan tengah Indonesia. Faktor kemudahan akses transportasi turut menjadi pertimbangan dalam penetapan lokasi.
“Saya juga paham bahwa ibu ketuanya (Dekranasda) ini banyak sekali kontribusinya terhadap kerajinan di daerahnya. Sehingga kami mengapresiasi mengadakan kegiatan hari puncak ulang tahun Dekranas di Makassar,” imbuhnya
Pada peringatan HUT ke-46 tahun ini, Dekranas mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Tema tersebut mencerminkan komitmen untuk mendorong lahirnya produk kerajinan yang tidak hanya unggul dari sisi kualitas dan kreativitas, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Tri menjelaskan, sebagian besar bahan baku kerajinan berasal dari sumber daya alam, seperti serat, tanah liat, batu, mineral, maupun material alami lainnya. Karena itu, proses produksi yang ramah lingkungan dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
“Sehingga ‘Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia’ maksudnya adalah kita mendorong para perajin terus menciptakan ataupun menjaga produksinya yang ramah lingkungan sehingga bisa diterima sampai ke pasar internasional,” jelasnya.
Rangkaian HUT Dekranas juga akan diramaikan dengan pameran UMKM yang berlangsung di Kota Makassar pada 9–11 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang promosi sekaligus ajang bertukar inspirasi bagi para perajin dari berbagai daerah untuk memperkenalkan produk unggulan masing-masing.
Tri berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat daya saing produk kerajinan nasional sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri, terutama di tengah semakin banyaknya produk impor yang beredar di pasar.
“Kita harapkan bahwa semua peserta dari seluruh Indonesia bisa melihat bagaimana produk-produk dari daerah lain dalam mengembangkan daya saingnya, mengembangkan mutunya, juga kreasinya. Sehingga mereka juga mempunyai motivasi untuk mendorong kerajinan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Untuk memastikan penyelenggaraan berjalan optimal, Dekranas menggandeng sejumlah kementerian, di antaranya Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Komunikasi dan Digital.
Selain menjadi agenda tahunan organisasi, peringatan HUT Dekranas juga diharapkan menjadi momentum memperluas jejaring pemasaran produk kerajinan Indonesia melalui pameran yang melibatkan peserta dari seluruh provinsi dan kabupaten di Indonesia.
“Berupa pameran-pameran UMKM yang tidak hanya dari tuan rumah, tapi juga dari seluruh provinsi di Indonesia dan kabupaten. Saat ini sekitar 300-an stan sudah dipesan, diisi, oleh seluruh peserta dari seluruh Indonesia,” tandasnya.
Melalui penyelenggaraan HUT ke-46 Dekranas di Makassar, pemerintah berharap produk kerajinan Indonesia semakin dikenal di pasar global. Tidak hanya menjadi simbol kekayaan budaya bangsa, karya para perajin juga diharapkan mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing, berorientasi ekspor, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.
(Agy).












