BIREUEN, INSERTRAKYAT.com Anggota DPRA, T. Ceulangiek mengaku sempat bingung membaca arah kebijakan Baitul Mal Bireuen terkait pengelolaan dana umat yang kurang transparan.

Ceulangiek juga menyoroti pencoretan rumah bantuan yang terjadi di Bireuen. Menurutnya, tindakan itu mencederai nilai kemanusiaan dan bertentangan dengan prinsip pelayanan publik yang beradab.

“Kami bingung membaca kebijakan Baitul Mal. Dan Mencoret data dan menandai rumah rakyat seperti itu tidak pantas. Kita membantu untuk menguatkan, bukan mempermalukan Masyarakat,” kata Ceulangiek seperti dikutip laporan Rifqi INSERTRAKYAT.com, dari Bireuen, Rabu (15/10/2025).

BACA JUGA :  HUT ke-74 APINDO, Shinta Kamdani Dorong Ekonomi Berdampak: Dunia Usaha Tak Cukup Hanya Tumbuh

Ceulangiek menegaskan, Baitul Mal sebagai pengelola dana umat harus menjalankan program bantuan dengan berhati-hati. Proses verifikasi penerima memang penting, tetapi martabat masyarakat harus tetap dijaga.

“Setiap penerima punya harapan. Jangan sampai administrasi justru menimbulkan luka sosial,” tegasnya.

DPRA berencana memanggil Baitul Mal untuk meminta penjelasan resmi, memastikan tata kelola bantuan publik berjalan sesuai nilai keislaman dan keadilan sosial.

BACA JUGA :  Gubernur Aceh Mualem Temui Wamen Perkim : Usulkan Inpres Rumah Mantan Kombatan GAM

(Pewarta: Rifqi | Editor Zamroni)