JAKARTA, — Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 dengan menegaskan arah baru peran dunia usaha dalam pembangunan nasional. Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani, menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi semata tidak lagi cukup. Dunia usaha dituntut menghadirkan ekonomi yang berdampak, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Shinta Kamdani dalam momentum peringatan HUT ke-74 APINDO, Sabtu (31/1). Menurutnya, perjalanan panjang APINDO sejak berdiri pada 1952 menjadi fondasi kuat untuk mempertegas posisi dunia usaha sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

 

“Sejak berdiri pada 1952, APINDO telah menjadi mitra strategis pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis, memperkuat daya saing dunia usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas Shinta kepada InsertRakyat.com.

 

Memasuki usia ke-74 pada 2026, APINDO tidak memandang fase ini sebagai puncak pencapaian. Sebaliknya, usia tersebut dimaknai sebagai titik penguatan peran dunia usaha dalam menjawab tantangan ekonomi nasional yang semakin kompleks, mulai dari ketenagakerjaan, produktivitas, hingga ketahanan industri dalam negeri.

 

Shinta menjelaskan, fokus APINDO ke depan diarahkan pada penguatan agenda ketenagakerjaan dan peningkatan produktivitas, advokasi kebijakan strategis yang berpihak pada kepastian berusaha, dukungan terhadap industri dan UMKM, serta penguatan kapasitas organisasi APINDO di tingkat pusat dan daerah.

 

“Fokus APINDO ke depan bukan hanya pada skala dan pertumbuhan, tetapi pada kontribusi yang semakin berdampak dan bermakna bagi ekonomi dan masyarakat,” tegasnya.

 

Lebih jauh, APINDO mendorong keterlibatan dunia usaha secara lebih strategis dan substantif sejak tahap awal perumusan kebijakan publik. Keterlibatan tersebut dinilai penting agar arah pembangunan dan transformasi ekonomi nasional selaras dengan kebutuhan riil dunia usaha sekaligus kepentingan masyarakat.

 

Dalam kerangka kebijakan ekonomi, APINDO berkomitmen mengawal pembangunan yang pro-stability untuk menciptakan kepastian berusaha, pro-growth guna membuka ruang ekspansi dan penciptaan lapangan kerja, serta pro-poor agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

Tak hanya menempatkan diri sebagai motor pertumbuhan ekonomi, APINDO juga menegaskan peran sosial dunia usaha. Saat bencana alam melanda sejumlah wilayah di Sumatra, APINDO bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui empat gelombang bantuan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat terdampak.

 

Peringatan HUT ke-74 APINDO ini menjadi penegasan bahwa dunia usaha Indonesia dihadapkan pada tuntutan baru: tidak sekadar tumbuh, tetapi hadir sebagai kekuatan yang memberi dampak nyata bagi stabilitas ekonomi, kesejahteraan sosial, dan masa depan pembangunan nasional.