TANJAB BARAT, NSERTRAKYAT.com, – Warga Desa Lumahan, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, mendesak pemerintah daerah segera melakukan normalisasi parit anak di Parit Ilahi RT 07 dan RT 08 pada Rabu, 15 April 2026.
Warga Desa Lumahan kembali menyuarakan keluhan terkait kondisi parit anak yang hingga kini belum dilakukan normalisasi oleh pemerintah kabupaten. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan dinilai mulai mengganggu aktivitas pertanian serta perkebunan masyarakat setempat.
Parit anak yang menjadi jalur utama aliran air untuk perkebunan warga kini mengalami pendangkalan serius. Saluran tersebut dipenuhi lumpur, semak liar, dan berbagai sumbatan yang membuat aliran air tidak lagi berjalan lancar.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada lahan perkebunan warga yang bergantung pada sistem irigasi tersebut. Dalam situasi tertentu, lahan menjadi kurang produktif akibat terganggunya distribusi air, baik saat musim hujan maupun kemarau.
Sejumlah warga menyampaikan bahwa usulan normalisasi sudah beberapa kali disampaikan melalui forum resmi, namun hingga kini belum terlihat realisasi di lapangan.
“Ini bukan persoalan baru. Sudah lama kami sampaikan, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Ketua RT 07 Arisandi dan Ketua RT 08 Rofik Umurona juga membenarkan bahwa masyarakat di wilayah tersebut terus berharap adanya penanganan konkret dari pemerintah daerah. Menurut mereka, kondisi parit sudah masuk kategori membutuhkan penanganan segera.
Pihak Kecamatan Senyerang menyebutkan bahwa usulan normalisasi telah diajukan ke pemerintah kabupaten dan masuk dalam proses perencanaan. Namun, pelaksanaannya masih menunggu tahapan anggaran dan verifikasi teknis lebih lanjut.
Sementara itu, dinas terkait di Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyampaikan bahwa penanganan infrastruktur dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas dan hasil pengecekan lapangan.
“Kami akan melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi di lapangan sebelum menentukan langkah penanganan,” ujar perwakilan dinas terkait, namun ia menegaskan bahwa pengambilan kebijakan tetap pada pucuk pimpinan daerah.
Meski demikian, warga menilai proses administratif tersebut tidak seharusnya memperlambat penanganan terhadap persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Mereka berharap pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat desa.
Warga juga menegaskan bahwa normalisasi parit bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Lumahan masih menunggu kepastian realisasi program normalisasi parit anak tersebut. Hingga berita ini diturunkan, informasi masih berkembang terkait tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Follow berita Insertrakyat.com di whatsapp channel




















