JAKARTA, INSERRAKYAT.com – Perkembangan rehabilitasi sawah Sumatera pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat per Rabu (15/4/2026) menunjukkan capaian 1.301 hektare lahan kembali pulih dari total target 42.702 hektare. Data ini dirilis Satgas PRR di Jakarta.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) terus mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir dan longsor. Program rehabilitasi sawah Sumatera ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan serta memulihkan aktivitas ekonomi petani di wilayah terdampak bencana.
Fokus utama pemerintah adalah mengembalikan lahan sawah agar kembali produktif melalui proses revitalisasi dan pembersihan material lumpur. Upaya ini dilakukan secara bertahap di tiga provinsi yang terdampak dengan melibatkan pemerintah daerah dan instansi terkait.
Di Provinsi Aceh, dari total 31.464 hektare lahan sasaran, baru 42 hektare yang berhasil direhabilitasi. Sementara di Sumatera Utara, dari 7.336 hektare, sebanyak 170 hektare telah kembali produktif. Adapun Sumatera Barat mencatat capaian tertinggi dengan 1.089 hektare dari total 3.902 hektare berhasil dipulihkan.
Selain rehabilitasi sawah Sumatera, proses pembersihan lokasi terdampak juga menunjukkan perkembangan signifikan. Di Aceh, 480 dari 519 lokasi telah selesai dibersihkan. Di Sumatera Utara, 20 dari 23 lokasi telah ditangani, sedangkan Sumatera Barat telah menyelesaikan seluruh 29 lokasi terdampak.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa pemulihan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik lahan, tetapi juga pada aspek legalitas pertanahan. Menurutnya, pendataan ulang dan penguatan administrasi lahan menjadi bagian penting agar masyarakat memiliki kepastian hukum atas tanah yang mereka kelola.
“Perlu adanya kerja sama dengan pemerintah daerah dan ATR/BPN untuk memastikan sertifikat lahan yang hilang dapat dipulihkan serta batas tanah diperjelas,” ujarnya.
Dampak dari rehabilitasi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya petani yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Selain itu, ketahanan pangan di wilayah terdampak juga diharapkan semakin terjaga seiring meningkatnya lahan produktif.
Hingga berita ini diturunkan, proses rehabilitasi masih terus berlangsung di sejumlah titik yang belum terselesaikan, dengan fokus percepatan penyelesaian lahan yang tersisa agar kembali dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dapatkan berita penting dan menarik, follow berita Insertrakyat.com ( Cenel whatsapp). (agy/agy).




















