KARIMUN, INSERTRAKYAT.com PT TIMAH (Persero) Tbk menunjukkan komitmen dalam mendukung pelestarian adat dan budaya masyarakat melalui Festival Lampu Colok di Kabupaten Karimun. Perusahaan menyalurkan bantuan kepada sejumlah kelompok pemuda untuk menyemarakkan tradisi tahunan di bulan suci Ramadhan. (20/3/2026).

PT TIMAH menyalurkan bantuan kepada kelompok masyarakat di Kecamatan Kundur Barat. Bantuan tersebut diterima oleh Ikatan Pemuda/Pemudi Layang, Ikatan Pemuda Kosonk Kobel Darat, Desa Sawang Laut, serta Himpunan Pemuda Pemudi Mukalimus di Kelurahan Sawang.

Bantuan tersebut digunakan untuk pembuatan gerbang lampu colok yang menjadi bagian utama dalam festival. Kelompok pemuda memanfaatkan bantuan tersebut untuk membangun dekorasi menggunakan lampu colok tradisional berbahan minyak serta lampu elektrik LED yang dilombakan dalam festival.

BACA JUGA :  Peringati HUT ke-75 Penerangan TNI AD, Pendam XVIII/Kasuari Sambangi Wartawan dengan Tajuk Empati dan Kepedulian

Ketua Himpunan Pemuda Pemudi Mukalimus, Azyar, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan PT TIMAH. Ia menilai bantuan tersebut sangat membantu masyarakat dalam mempersiapkan kegiatan yang telah menjadi agenda rutin setiap tahun di Kabupaten Karimun.

Azyar menjelaskan bahwa kelompoknya menggunakan bantuan tersebut untuk pemasangan lampu elektrik. Ia menyebut pemasangan lampu dimulai pada malam ke-27 Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri.

Ia juga menyampaikan bahwa kelompoknya membangun gerbang berbentuk masjid di kawasan Pantai Mukalimus. Selain itu, kelompok tersebut menambahkan dekorasi lampu neon untuk memperindah tampilan gerbang.

“Bantuan ini kami manfaatkan untuk persiapan pemasangan lampu elektrik yang akan dipasang mulai malam ke-27 Ramadhan hingga Idulfitri. Tahun ini kami membuat gerbang berbentuk masjid yang dipasang di kawasan Pantai Mukalimus,” ujarnya.

BACA JUGA :  YLBH FT Bersinergi dengan Desa Mentaras Selenggarakan Penyuluhan Hukum

Azyar menegaskan bahwa Festival Lampu Colok merupakan tradisi yang telah lama dilestarikan masyarakat. Ia menyebut kegiatan tersebut biasanya digelar pada malam 7 likur Ramadhan sebagai bagian dari syiar Islam.

Ia menilai festival tersebut tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi wadah kreativitas generasi muda. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk perlombaan antar kelompok di tingkat kabupaten.

Azyar menambahkan bahwa proses persiapan festival membutuhkan waktu yang cukup panjang. Ia menyebut persiapan dapat berlangsung hampir satu bulan dengan melibatkan banyak pemuda secara gotong royong.

BACA JUGA :  Kopi Viral Harga Murah, Pembeli Rela Antre di Booth Nescafe Sidoarjo

“Persiapannya bisa hampir satu bulan dan melibatkan banyak pemuda. Kegiatan ini menjadi ajang kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan,” katanya.

Ia juga menyebut PT TIMAH telah beberapa kali memberikan dukungan terhadap kegiatan masyarakat di Karimun. Menurutnya, kontribusi tersebut membantu menjaga kelestarian tradisi lokal.

Azyar berharap PT TIMAH dapat terus memberikan dukungan terhadap kegiatan masyarakat ke depan. Ia menilai peran perusahaan sangat penting dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal.

“Kami berharap PT TIMAH terus maju dan tetap konsisten mendukung kegiatan masyarakat,” tutupnya.

Pewarta : Syahrul
Editor : Mhd’Iqbal

💬 Laporkan ke Redaksi