Momen Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi penyedia jasa penggilingan daging Mas Saroji di Kabupaten Sinjai. Sejak pagi hari, Sabtu (30/5/2026), warga telah memadati lokasi penggilingan daging yang berada di Jalan Stadion Mini untuk menggiling daging kurban mereka.
Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean yang sudah mulai terbentuk sejak pukul 06.00 WITA. Untuk menghindari tertukarnya daging, warga memberi tanda dan nama pada baskom masing-masing yang digunakan sebagai wadah daging kurban.
Pada momen Iduladha, banyak warga memilih menggiling daging hasil pembagian hewan kurban agar lebih mudah diolah. Akibat tingginya permintaan, warga harus rela mengantre hingga tiga jam untuk mendapatkan giliran.
Penggilingan daging Mas Saroji menjadi salah satu lokasi yang paling ramai dikunjungi masyarakat. Jika pada hari-hari biasa pelanggan didominasi oleh penjual bakso dan pemilik warung makan, saat ini sebagian besar pelanggan adalah warga yang membawa daging kurban.
Usai pembagian hewan kurban, jasa penggilingan daging Mas Saroji terus dipadati pengunjung. Bila pada hari biasa hanya menggiling sekitar 50 kilogram daging sapi per hari, pada momen Iduladha jumlah tersebut meningkat hingga mencapai sekitar 150 kilogram per hari. Inilah yang memengaruhi omzet atau pendapatan ekonomi [mas] meningkat.
M. Jufri, salah seorang warga, mengaku telah datang sejak pukul 06.30 WITA untuk mengantre.
“Saya antre sejak setengah tujuh pagi. Daging yang saya bawa sekitar dua kilogram untuk digiling. Setiap Iduladha saya memang sering menggiling daging di sini. Mayoritas yang antre adalah warga yang membawa daging kurban. Antreannya cukup panjang dan bisa berlangsung sampai siang hari, berbeda dengan hari biasa,” ujarnya.
Sementara itu, Mas Saroji selaku pemilik usaha penggilingan daging mengatakan antrean sudah mulai terlihat sejak pukul 06.00 WITA dan berlangsung hingga menjelang Magrib.
“Rata-rata yang datang hari ini membawa daging kurban. Untuk pelanggan tetap seperti penjual bakso dan warung makan justru lebih sedikit dibanding biasanya. Saya berharap masyarakat Sinjai semakin sukses dan jumlah hewan kurban setiap tahunnya terus meningkat,” katanya.
Untuk menggunakan jasa penggilingan di tempatnya, warga hanya dikenakan biaya Rp5.000 per kilogram. Tarif tersebut jauh lebih murah dibandingkan beberapa tempat penggilingan lainnya yang mematok harga hingga Rp15.000 per kilogram. (Z).









