JAMBI, INSERTRAKYAT.COM  – Workshop Sastra UNJA yang membahas teknik akting dan puisi digelar di Universitas Jambi (UNJA), Jambi, Selasa, 14 April 2026.

Kegiatan bertajuk “Keaktoran dan Puisi: Dua Wajah Ekspresi Sastra” dalam Workshop Sastra UNJA tersebut menyoroti pengembangan emosi aktor, teknik tubuh, hingga pendekatan kreatif dalam penulisan puisi. Acara ini diikuti ratusan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNJA.

Workshop Sastra UNJA menghadirkan sastrawan sekaligus akademisi ISI Padang Panjang, Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sb., sebagai pemateri utama. Ia juga dikenal sebagai pendiri Komunitas Seni Kuflet yang aktif dalam pengembangan seni pertunjukan di Sumatera Barat.

Dalam pemaparannya, Sulaiman menegaskan bahwa akting tidak hanya sebatas menghafal naskah, melainkan proses menghidupkan karakter melalui tubuh, napas, dan kesadaran emosional. Ia menilai tubuh aktor harus dilatih agar responsif dan mampu menjadi medium ekspresi yang utuh.

BACA JUGA :  SP3 Kasus Kematian Virendy Dikirim Polda Sulsel Lewat JNE, Kuasa Hukum Siap Praperadilan dan Menyurat Ke Kapolri

Selain itu, ia menjelaskan pentingnya penguasaan vokal dan pernapasan dalam dunia keaktoran. Menurutnya, kekuatan suara tidak hanya ditentukan oleh volume, tetapi juga stabilitas napas, artikulasi, dan kemampuan mengatur ritme saat tampil di panggung.

Kegiatan Workshop Sastra UNJA ini diikuti lebih dari 200 mahasiswa. Selain Sulaiman Juned, hadir pula dosen FKIP UNJA Dra. Hj. Yusra D., M.Pd., yang turut memberikan materi terkait pengalaman penulisan karya sastra dan proses kreatif di bidang akademik.

Sulaiman juga memperkenalkan konsep “peta pasang kata” dalam penulisan puisi. Pendekatan ini mendorong penulis untuk mengeksplorasi diksi, membangun imaji, serta memperhatikan musikalitas bahasa agar puisi memiliki kedalaman makna dan daya resonansi bagi pembaca.

BACA JUGA :  SP3 Kasus Kematian Virendy Dikirim Polda Sulsel Lewat JNE, Kuasa Hukum Siap Praperadilan dan Menyurat Ke Kapolri

Ia menambahkan bahwa proses kreatif dalam puisi tidak berhenti pada tahap penulisan awal, melainkan perlu melalui revisi dan penyempurnaan berulang. Menurutnya, kepekaan dalam mengolah kata menjadi kunci utama dalam menghasilkan karya yang kuat.

“Kejujuran adalah inti dari akting. Tanpa itu, yang muncul hanya tiruan,” ujar Sulaiman dalam sesi diskusi Workshop Sastra UNJA tersebut.

Selain teknik akting dan puisi, peserta juga mendapatkan materi tentang pembacaan puisi, termasuk deklamasi, musikalisasi, hingga dramatisasi. Teknik pengaturan tempo, ritme, dan jeda menjadi bagian penting dalam membangun ekspresi yang tepat di atas panggung.

Workshop ini merupakan bagian dari Tur Literasi Sumatera yang digagas Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, yang berlangsung pada 12 hingga 19 April 2026 di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem literasi serta mempertemukan mahasiswa dengan praktisi seni secara langsung.

BACA JUGA :  SP3 Kasus Kematian Virendy Dikirim Polda Sulsel Lewat JNE, Kuasa Hukum Siap Praperadilan dan Menyurat Ke Kapolri

Workshop Sastra UNJA juga dibuka oleh jajaran akademik FKIP UNJA, termasuk Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra serta Ketua Program Studi. Kehadiran para dosen dan akademisi memperkuat nilai edukatif dari kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pemahaman praktis dan teoritis dalam bidang seni peran dan sastra. Pendekatan yang menekankan latihan, eksplorasi, dan kejujuran menjadi dasar penguatan karya kreatif di lingkungan akademik.

Hingga berita ini diturunkan, informasi terkait kegiatan Workshop Sastra UNJA masih terus berkembang seiring rangkaian Tur Literasi Sumatera yang sedang berlangsung.

Penulis : Muhammad Subhan

Editor : Zamroni. (Follow Berita Insertrakyat.com di whatsapp.com/channel)