MAKASSAR, INSERTRAKYAT.COM Stand pameran Dekranasda Kabupaten Gowa mencatatkan prestasi membanggakan pada gelaran Pameran Kriya dan Wastra Nusantara yang berlangsung pada 8-12 Juli 2026 di Trans Studio Mall (TSM) Makassar. Selama lima hari pameran, total omzet penjualan produk UMKM binaan Dekranasda Gowa mencapai Rp45 juta.

Ketua Dekranasda Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, menyatakan bahwa capaian tersebut melampaui ekspektasi awal. Menurutnya, antusiasme pengunjung terhadap produk lokal Gowa kali ini menunjukkan potensi besar bagi promosi dan pemasaran UMKM ke depan.

“Hasil penjualan ini sangat luar biasa dan jauh di atas ekspektasi kami. Pameran ini menjadi ajang yang sangat potensial bagi produk-produk unggulan Kabupaten Gowa agar dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Andi Tenri Indah.

BACA JUGA :  HUT ke-74 APINDO, Shinta Kamdani Dorong Ekonomi Berdampak: Dunia Usaha Tak Cukup Hanya Tumbuh

Adapun produk yang paling diminati pengunjung meliputi sarung sutra corak labba beserta turunannya seperti dress dan outer, baju bodo berbahan sutra, hingga kerajinan tangan berupa tas rajut, anyaman bambu, dan berbagai aksesoris.

Keunggulan kualitas produk Gowa juga mendapatkan apresiasi dari sejumlah tokoh nasional. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gowa, Muh Fajaruddin, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan para pejabat negara yang mengenakan produk asli Gowa.

BACA JUGA :  EKSKLUSIF : BPK Temukan Kekurangan Volume dan Kelebihan Pembayaran Proyek Dinas PUPR Sinjai Senilai Rp1,24 Miliar

“Menteri Dalam Negeri Bapak Tito Karnavian mengenakan baju dari sutra Gowa saat penutupan acara. Selain itu, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Ibu Arumi Bachsin, mengenakan Baju Bodo Gowa, serta Ibu Wakil Ketua Dekranas yang menggunakan sarung sutra binaan Dekranasda Gowa,” jelas Fajaruddin.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara resmi menutup rangkaian HUT ke-46 Dekranas. Dalam sambutannya, Tito menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama industri kerajinan dunia.

BACA JUGA :  Tumben, Tito Karnavian Mendadak Nongol di Sulawesi Selatan

“Indonesia adalah negara dengan kerajinan tangan paling beragam di dunia. Setiap daerah memiliki ciri khas dari kekayaan budaya, suku, dan sumber daya alamnya,” ujar Tito.

Ia mendorong agar pemerintah daerah dan Dekranas terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas produk serta mengoptimalkan bahan baku lokal. Menurut Tito, jika dikelola dengan serius dan berkelanjutan, industri kerajinan nasional tidak hanya akan memperkuat ekonomi, tetapi juga secara signifikan meningkatkan kesejahteraan para perajin di seluruh pelosok nusantara.