JAKARTA, IRAK – Menteri Dody Hanggodo mengatakan bahwa, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU – PR) terus mengebut pembangunan fasilitas pendidikan dasar dan menengah yang terjangkau bagi masyarakat secara luas.

Salah satunya melalui program Sekolah Rakyat Tahap I yang saat ini telah masuk tahap renovasi ringan hingga sedang.

BACA JUGA :  Menteri PU Tinjau Kesiapan Infrastruktur Sekolah Rakyat, Target 200 Sekolah Dibangun Tahun 2025

Pembangunan tersebut tersebar di 22 provinsi, mulai dari Aceh, Jawa, Kalimantan, hingga Papua.

Program Nasional ini menelan anggaran kurang lebih sebesar  Rp10 triliun yang bersumber dari APBN 2025.

Pembangunan Tahap I, fokus pada pekerjaan rehabilitas bangunan,  penyediaan sanitasi air bersih, dan meubelair pendukung, dll.

“Bangunan Sekolah Rakyat Tahap I tersebar di 63 lokasi di berbagai daerah dengan progres fisik telah mencapai 11,48 persen, per 29 Mei 2025,” kata Menteri Dody, di Jakarta, Jum’at, (30/5/2025).

BACA JUGA :  Kementerian PUPR dan Kemensos Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat, Pilar Indonesia Emas 2045

Menteri Dody menyebut, sejauh ini, Kementerian PU telah memverifikasi 224 usulan lokasi untuk Tahap II.

Sebanyak 37 lokasi yang telah disetujui. Sisanya, 69 belum lengkap administrasi, dan kini masih dalam tahap evaluasi seperti sertifikat lahan. Selebihnya 116 ditolak.

“Kami akan koordinasikan dengan Kemendagri dan Kemensos untuk mencari lokasi pengganti yang lebih sesuai” ujar Menteri Dody.

BACA JUGA :  Buka MPLS 2025, Bupati Sinjai Gaungkan Sekolah Aman dan Menginspirasi Anak Bangsa

Kementerian PU PR menargetkan pembangunan sekolah tahap II dengan bangunan gedung baru selesai pada 2026.

💬 Laporkan ke Redaksi