JAKARTA,  INSERTRAKYAT.COM–Setiap 21 April, Peringatan Hari Kartini menjadi saat yang tepat untuk kembali merenungkan kedudukan perempuan dalam kehidupan bangsa. Di dalam dirinya tersimpan kekuatan yang besar dalam menanamkan nilai kejujuran, membangun budi pekerti, serta menegakkan amanah di tengah masyarakat.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memandang bahwa perjuangan R.A. Kartini tidak berhenti pada persoalan kesetaraan, tetapi juga menyentuh soal akhlak dan tanggung jawab dalam kehidupan bersama. Sebab, masyarakat yang adil dan bersih hanya dapat berdiri di atas dasar hati yang jujur dan jiwa yang berintegritas.

Perempuan memiliki kedudukan yang mulia dalam kehidupan. Ia hadir sebagai tiang dalam keluarga, penerang dalam pendidikan, dan penyejuk dalam ruang kerja. Dari tangan dan hatinya tumbuh kejujuran, keberanian, serta kasih sayang yang apabila dipelihara dengan baik, akan menjadi asas yang kukuh dalam membentuk masyarakat yang bersih dan menolak segala bentuk kezaliman.

BACA JUGA :  KPK OTT Wamenaker Immanuel, 22 Kendaraan Mewah Ikut Diseret

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahawa usaha memberantas korupsi bukanlah semata-mata tugas satu lembaga, tetapi amanah bersama seluruh umat dan bangsa. Dalam hal ini, perempuan memegang peranan yang penting melalui didikan, keteladanan, dan akhlak yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari, yang akhirnya menjadi cahaya yang membimbing masyarakat kepada kehidupan yang lebih jujur dan berintegritas.

Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak, menegaskan bahwa integritas harus berangkat dari diri sendiri dan dijaga secara konsisten dalam setiap keadaan. Ia meyakini bahwa integritas seorang pemimpin akan tercermin dalam sikap dan perilakunya, serta menjadi teladan bagi orang-orang di sekitarnya.

“Sebagai pimpinan perempuan, saya meyakini integritas seorang pemimpin akan tercermin dan menjadi contoh bagi timnya. Namun, menjaga integritas bukan hanya tantangan di lingkungan kerja,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/4).

BACA JUGA :  KPK Tahan CD Direktur PT Pertamina, Kasus Suap Pengadaan Katalis 2012 - 20214

Lebih lanjut, Yuyuk menyampaikan bahwa di lingkungan KPK, integritas telah menjadi bagian dari budaya kerja. Namun demikian, tantangan yang lebih besar kerap hadir di luar ruang kerja, khususnya di lingkungan keluarga dan sosial, tempat nilai integritas diuji dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika kita konsisten antara apa yang diyakini, diucapkan, dan dilakukan, maka integritas akan tetap terjaga,” imbuhnya.

Senada, Direktur Jejaring Pendidikan (Jardik) KPK, Dian Novianti, menyampaikan bahwa integritas merupakan komitmen yang harus dijaga setiap waktu. Integritas tercermin dari keberanian untuk melakukan hal yang benar, meski tanpa pengawasan.

“Menjaga integritas adalah komitmen 24 jam, tujuh hari dalam seminggu. Integritas harus diwujudkan melalui tindakan dan konsistensi perilaku,” ujar Dian.

Pandangan serupa disampaikan seniman Widi Mulia dalam Podcast Kanal KPK. Ia menilai nilai-nilai Kartini tetap relevan hingga kini, sebagai semangat yang hidup dalam diri perempuan yang berani membuka akses dan menolak korupsi.

BACA JUGA :  KONTEN KREATOR DIPANGGIL KPK, KASUS MANTAN BUPATI KOLTIM

“Menjadi Kartini bukan tentang kesempurnaan, melainkan keberanian untuk berkontribusi dan menjaga integritas dalam setiap peran,” tuturnya.

Lebih jauh, Widi memandang bahwa integritas berakar dari lingkungan paling dasar, yakni keluarga. Nilai kejujuran dan tanggung jawab yang ditanamkan sejak dini menjadi fondasi pembentukan karakter antikorupsi. Peringatan Hari Kartini menjadi pengingat bahwa upaya membangun masyarakat berintegritas merupakan proses yang berkelanjutan.

Karena itu, mewujudkan Indonesia bebas korupsi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk penguatan peran perempuan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Jiwa dan semangat Kartini, KPK mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangun Indonesia yang lebih adil, transparan, dan berintegritas.

Penulisan: Anggytha Putrie Alvio Manho (agy).

Editor : Supriadi Buraerah

Sumber : Humas & Jubir KPK, Budi Prasetyo. .

Follow ( whatsapp channel)